Membuka Google Search Console lalu melihat ratusan halaman berstatus tidak diindeks memang bisa membuat panik. Namun, jangan langsung menganggap semua URL tersebut bermasalah. Sebagian merupakan kondisi normal, terutama pada Blogger yang memiliki halaman label, arsip, dan variasi URL lainnya.
Hal terpenting bukan sekadar mengurangi jumlah halaman yang tidak diindeks, melainkan memastikan artikel utama yang berkualitas dapat ditemukan dan dipertimbangkan Google untuk masuk ke hasil pencarian.
Kenali arti setiap status, tentukan URL yang perlu diperbaiki, dan lakukan langkah pengindeksan secara tepat tanpa mengubah pengaturan blog secara sembarangan.
1. Di Mana Melihat Laporan Pengindeksan?
Ikuti langkah berikut untuk mengetahui penyebab URL blog belum masuk indeks Google:
- Buka Google Search Console.
- Pilih properti blog yang ingin diperiksa.
- Buka laporan Pengindeksan > Halaman. Nama atau susunan menu dapat sedikit berbeda mengikuti tampilan Search Console.
- Gulir ke bagian alasan halaman tidak diindeks.
- Klik setiap alasan untuk melihat penjelasan dan contoh URL yang terdampak.
Jika blog belum terdaftar, pelajari terlebih dahulu panduan cara mendaftarkan blog ke Google Search Console.
2. Status yang Umumnya Wajar
Beberapa status menunjukkan bahwa Google memilih tidak mengindeks suatu URL karena ada versi lain yang lebih tepat atau karena halaman memang tidak ditujukan untuk pencarian.
URL alternatif mengarah ke URL utama yang dipilih sebagai versi kanonis. Pastikan versi utama tersebut memang benar.
UMUMNYA AMANHalaman diperintahkan untuk tidak diindeks. Periksa apakah aturan tersebut disengaja dan sesuai tujuan halaman.
PERIKSA TUJUANGooglebot dibatasi untuk melakukan crawling pada URL tertentu. Halaman pencarian internal sering kali tidak perlu diindeks.
PERIKSA URLURL mengarahkan pengunjung ke alamat lain. Pastikan URL tujuan benar dan masih dapat diakses.
UMUMNYA AMAN| Status | Makna | Tindakan |
|---|---|---|
| Alternatif dengan kanonis yang tepat | Google mengenali URL lain sebagai versi utama. | Biarkan jika kanonis benar. |
| Dikecualikan oleh noindex | Halaman diberi instruksi untuk tidak diindeks. | Pastikan aturan tersebut memang disengaja. |
| Diblokir robots.txt | Crawling dibatasi oleh aturan robots.txt. | Periksa apakah URL perlu di-crawl. |
| Halaman dengan pengalihan | URL lama atau alternatif diarahkan ke URL tujuan. | Biarkan jika pengalihan benar. |
Catatan: URL berparameter seperti ?m=1 tidak otomatis menjadi masalah. Periksa versi kanonis yang dinyatakan dan dipilih Google. Jangan menganggap semua URL dengan parameter pasti dikecualikan karena alasan yang sama.
3. Status yang Perlu Diperbaiki
Prioritaskan artikel utama yang memang ingin ditampilkan di Google, tetapi belum diindeks. Berikut beberapa status yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Google telah melakukan crawling, tetapi URL belum dimasukkan ke indeks. Kondisi ini dapat berkaitan dengan kualitas atau keunikan konten, kemiripan dengan halaman lain, maupun penilaian sistem Google.
Yang perlu dilakukan:
- Pastikan artikel menjawab kebutuhan pembaca secara lengkap dan spesifik.
- Tambahkan contoh, penjelasan, data pendukung, atau langkah praktis yang benar-benar bermanfaat.
- Periksa apakah ada artikel lain dengan pembahasan dan maksud pencarian yang hampir sama.
- Tambahkan tautan internal dari artikel relevan ke halaman tersebut.
- Pastikan halaman dapat diakses, memiliki tag kanonis yang sesuai, dan tidak sengaja memakai noindex.
Google telah mengetahui URL tersebut, tetapi belum melakukan crawling. Salah satu kemungkinan adalah keterbatasan prioritas crawling, terutama ketika banyak URL ditemukan sekaligus.
Yang perlu dilakukan:
- Pastikan URL artikel tercantum dalam sitemap yang benar.
- Tambahkan internal link dari halaman yang sudah dapat ditemukan Google.
- Periksa apakah URL mengembalikan halaman yang dapat diakses dengan baik.
- Hindari menghasilkan URL duplikat atau halaman tipis dalam jumlah berlebihan.
- Periksa pengalihan dan aturan robots.txt jika ada indikasi masalah teknis.
Untuk pengaturan sitemap, baca panduan cara mengatur sitemap dan robots.txt di Blogger.
Status ini menunjukkan bahwa Google menemukan halaman yang sama atau sangat mirip, atau memilih URL kanonis berbeda dari yang dinyatakan pemilik situs.
Yang perlu dilakukan:
- Bandingkan isi kedua halaman dan tujuan pencariannya.
- Jika keduanya memang duplikat, tentukan satu URL utama yang ingin dipertahankan.
- Jika kontennya berbeda dan sama-sama penting, perjelas perbedaan isi serta maksud pencariannya.
- Periksa tag kanonis, internal link, sitemap, dan pengalihan agar konsisten.
Jangan langsung menggabungkan semua artikel yang membahas topik serupa. Gabungkan hanya jika memang ada tumpang tindih substansial dan satu artikel gabungan dapat menjawab kebutuhan pembaca dengan lebih baik.
404: URL tidak memiliki halaman yang tersedia. Status ini dapat diterima jika artikel memang sengaja dihapus dan tidak memiliki pengganti yang relevan.
Soft 404: halaman memberikan sinyal seolah-olah tidak tersedia atau tidak memiliki konten yang memadai untuk URL tersebut, meskipun responsnya bukan 404 yang sebenarnya.
Penanganannya:
- Jika artikel masih seharusnya ada, pulihkan halaman atau perbaiki URL-nya.
- Jika URL berubah, buat pengalihan ke halaman pengganti yang benar-benar relevan.
- Jika artikel dihapus tanpa pengganti, jangan mengalihkan secara massal ke beranda hanya demi menghilangkan status 404.
- Jika halaman seharusnya berisi konten, periksa apakah isinya kosong, terlalu tipis, atau gagal dimuat.
4. Cara Menentukan URL yang Harus Diperbaiki
Jika laporan Search Console berisi puluhan hingga ratusan URL, jangan memperbaikinya secara acak. Gunakan urutan prioritas berikut.
Mulai dari artikel yang memiliki topik penting, informasi bermanfaat, dan potensi mendatangkan pengunjung. Periksa apakah konten cukup lengkap, unik, relevan, dan dapat diakses.
Periksa tag noindex, robots.txt, URL kanonis, pengalihan, kode respons halaman, serta kesesuaian URL dalam sitemap. Jangan mengubah robots.txt atau tag indeks secara massal tanpa memahami dampaknya.
Kelompokkan artikel yang membahas pertanyaan serupa. Tentukan apakah setiap artikel memiliki tujuan berbeda, perlu diperbarui, atau lebih baik digabungkan dengan pengalihan yang sesuai.
5. Cara Meminta Pengindeksan Ulang
Setelah memperbaiki masalah, gunakan fitur Inspeksi URL untuk memeriksa kondisi halaman dan meminta Google mempertimbangkannya kembali.
- Perbaiki masalah terlebih dahuluPeriksa isi artikel, akses halaman, kanonis, pengalihan, dan aturan indeks.
- Buka Inspeksi URLSalin URL artikel lengkap, lalu tempelkan ke kolom inspeksi di bagian atas Search Console.
- Jalankan Uji URL AktifGunakan pengujian ini untuk mengetahui apakah Google dapat mengakses halaman saat ini.
- Pilih Minta PengindeksanJika tersedia dan halaman layak diindeks, kirim permintaan pengindeksan.
- Validasi perbaikan jika relevanUntuk masalah yang tercatat dalam laporan, gunakan fitur Validasi Perbaikan apabila tersedia.
- Pantau hasilnyaPeriksa kembali laporan setelah Google memproses perubahan. Pengindeksan tidak dijamin dan dapat membutuhkan waktu.
6. Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama artikel baru diindeks Google?
Waktunya bervariasi, mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu atau lebih. Tidak ada waktu pasti karena pengindeksan bergantung pada banyak faktor, termasuk akses crawling, kualitas halaman, dan sistem pemilihan indeks Google.
Apakah ratusan halaman tidak diindeks memengaruhi peringkat blog?
Jumlah tersebut tidak otomatis menurunkan peringkat. Yang lebih penting adalah alasan pengecualian dan jenis URL yang terdampak. Artikel utama yang seharusnya muncul di hasil pencarian perlu mendapat perhatian lebih besar dibanding halaman yang memang tidak perlu diindeks.
Apakah halaman label Blogger harus diindeks?
Tidak selalu. Halaman label dapat berguna untuk navigasi, tetapi belum tentu memberikan nilai pencarian yang cukup jika hanya berisi daftar artikel. Tentukan kebijakan indeks berdasarkan kegunaan dan kualitas halaman, bukan semata-mata jumlah URL.
Apakah sitemap menjamin semua artikel diindeks?
Tidak. Sitemap membantu Google menemukan URL, tetapi tidak menjamin setiap URL akan di-crawl atau dimasukkan ke indeks. Konten, akses teknis, kanonis, dan evaluasi Google tetap berpengaruh.
Apakah saya perlu membeli layanan indexer?
Tidak perlu menjadikan layanan indexer berbayar sebagai solusi utama. Mulailah dengan memperbaiki kualitas artikel, internal link, sitemap, dan masalah teknis. Tidak ada layanan pihak ketiga yang dapat menjamin suatu halaman akan masuk indeks Google.
Apakah semua artikel yang tidak diindeks harus ditulis ulang?
Tidak. Periksa setiap URL terlebih dahulu. Artikel yang sudah bagus mungkin hanya memerlukan perbaikan teknis atau internal link. Artikel yang tumpang tindih dapat digabungkan, sedangkan artikel yang tidak lagi relevan perlu dievaluasi secara terpisah.
7. Kesimpulan
Status tidak diindeks di Google Search Console tidak selalu menandakan masalah SEO. Bedakan URL yang memang tidak perlu diindeks dari artikel utama yang belum masuk indeks meskipun layak ditampilkan.
Mulailah dari pemeriksaan alasan status, kualitas konten, tautan internal, sitemap, kanonis, dan pengaturan teknis. Setelah perbaikan dilakukan, gunakan Inspeksi URL dan pantau perkembangan laporan secara berkala.
Dengan pendekatan yang terarah, kalian dapat mengelola laporan pengindeksan secara lebih efisien tanpa menghapus atau mengubah semua URL secara sembarangan.
Komentar
Memuat komentar...
Tulis Komentar
Silakan bertanya atau berbagi pengalaman. Komentar berisi tautan aktif atau promosi akan dihapus.