anaksmanda.com - Ketika membaca sebuah artikel di blog, pernahkah kalian menemukan tautan ke artikel lain yang masih berhubungan, lalu tanpa sadar membuka beberapa artikel sekaligus? Itulah kekuatan internal link atau tautan internal. Tautan sederhana ini tidak hanya membuat pembaca betah lebih lama di blog, tetapi juga membantu Google menemukan, memahami, dan menilai hubungan antarartikel.
Daftar Isi
- Ringkasan Praktik Internal Link
- Apa Itu Internal Link?
- Mengapa Internal Link Penting?
- Memilih Anchor Text yang Tepat
- Strategi Artikel Pilar dan Artikel Turunan
- Di Mana Sebaiknya Menempatkan Internal Link?
- Cara Menambahkan Internal Link di Blogger
- Berapa Banyak Internal Link yang Ideal?
- Menautkan Artikel Lama ke Artikel Baru
- Memeriksa dan Merawat Tautan
- Kesalahan yang Sering Dilakukan
- Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Kesimpulan
Sayangnya, banyak blogger pemula menganggap internal link sebagai hal kecil, sehingga artikel dibiarkan berdiri sendiri tanpa tautan ke tulisan lain. Padahal, struktur tautan yang baik bisa membuat artikel baru lebih cepat terindeks dan artikel penting lebih mudah mendapat peringkat. Dalam panduan ini, kita akan membahas cara membuat internal link yang benar, mulai dari konsep dasar hingga strategi yang bisa langsung diterapkan.
Ringkasan Praktik Internal Link
| Aspek | Praktik yang Disarankan |
|---|---|
| Relevansi | Tautkan hanya ke artikel yang berhubungan |
| Anchor text | Deskriptif dan alami, bukan "klik di sini" |
| Jumlah | Secukupnya sesuai panjang artikel |
| Letak | Di dalam isi artikel, dekat konteks yang relevan |
| Artikel pilar | Jadikan pusat dari beberapa artikel turunan |
| Pemeliharaan | Periksa tautan rusak secara berkala |
Apa Itu Internal Link?
Internal link adalah tautan dari satu halaman ke halaman lain di situs yang sama. Contohnya, artikel tentang cara membuat blog yang menautkan ke artikel tentang cara memasang domain di blog yang sama. Berbeda dengan external link yang mengarah ke situs lain, internal link sepenuhnya berada dalam kendali pemilik blog.
Internal link bisa berada di menu navigasi, sidebar, footer, atau di dalam isi artikel. Yang paling berpengaruh untuk SEO dan pengalaman membaca biasanya adalah tautan di dalam isi artikel, karena posisinya kontekstual dan sesuai dengan topik yang sedang dibahas.
Mengapa Internal Link Penting?
Ada beberapa manfaat utama internal link bagi sebuah blog:
- Membantu Google menemukan artikel: perayap Google mengikuti tautan untuk menemukan halaman baru. Artikel tanpa tautan masuk lebih sulit ditemukan.
- Menjelaskan hubungan topik: tautan membantu Google memahami bahwa beberapa artikel membahas topik yang saling terkait.
- Mengalirkan nilai halaman: artikel populer dapat membantu artikel lain melalui tautan.
- Membuat pembaca betah: pembaca menemukan informasi lanjutan tanpa harus kembali ke Google.
- Menambah tayangan halaman: semakin banyak artikel yang dibaca, semakin besar peluang iklan dilihat.
Memilih Anchor Text yang Tepat
Anchor text adalah teks yang bisa diklik pada sebuah tautan. Gunakan anchor text yang menggambarkan isi halaman tujuan. Misalnya, gunakan "cara mendaftarkan blog ke Search Console" alih-alih "klik di sini" atau "baca selengkapnya". Anchor text yang deskriptif membantu pembaca tahu apa yang akan mereka buka dan membantu Google memahami topik halaman tujuan.
Variasikan anchor text secara alami. Tidak perlu selalu memakai kata kunci yang persis sama, karena tulisan akan terasa kaku. Yang penting, maknanya tetap sesuai dengan halaman tujuan.
Bacakan kalimat yang mengandung tautan dengan suara keras. Jika terdengar dipaksakan, ubah kalimatnya agar tautan terasa seperti bagian alami dari tulisan.
Strategi Artikel Pilar dan Artikel Turunan
Salah satu strategi yang efektif adalah membuat artikel pilar, yaitu artikel panduan lengkap tentang topik besar, misalnya "Panduan Lengkap Blogger untuk Pemula". Setelah itu, buat beberapa artikel turunan yang membahas bagian tertentu secara mendalam, seperti cara memasang domain, cara mengatur sitemap, atau cara memasang iklan.
Artikel pilar menautkan ke semua artikel turunan, dan setiap artikel turunan menautkan kembali ke artikel pilar serta ke artikel turunan lain yang relevan. Struktur seperti ini membentuk kelompok topik yang rapi dan menunjukkan bahwa blog kalian membahas topik tersebut secara menyeluruh.
Struktur tautan yang rapi membuat blog lebih mudah dijelajahi. Foto: Stephen Dawson / Unsplash
Di Mana Sebaiknya Menempatkan Internal Link?
Tempatkan tautan di bagian yang paling relevan dengan topik halaman tujuan. Jika artikel menyebut istilah yang pernah dibahas di artikel lain, tautkan istilah tersebut. Tautan di awal atau tengah artikel cenderung lebih sering diklik daripada tautan di bagian paling bawah.
Kalian juga bisa menambahkan kotak Baca Juga di tengah artikel berisi dua sampai tiga artikel terkait, serta bagian Rujukan atau artikel terkait di akhir. Pastikan kotak ini tidak terlalu banyak sehingga mengganggu alur membaca.
Cara Menambahkan Internal Link di Blogger
- Buka artikel di editor Blogger.
- Blok kata atau frasa yang ingin dijadikan tautan.
- Klik ikon Tautan di bilah alat editor.
- Tempelkan URL artikel tujuan dari blog kalian sendiri.
- Biarkan tautan terbuka di tab yang sama untuk internal link, lalu klik Terapkan.
Gunakan URL lengkap dengan https dan alamat domain yang aktif. Hindari menautkan ke versi alamat lama, misalnya alamat blogspot jika blog sudah memakai domain sendiri.
Berapa Banyak Internal Link yang Ideal?
Tidak ada angka pasti. Prinsipnya, tambahkan tautan jika memang membantu pembaca. Untuk artikel sekitar 1.000 sampai 1.500 kata, tiga sampai tujuh tautan internal biasanya sudah memadai. Terlalu banyak tautan dalam satu paragraf justru membingungkan dan mengurangi nilai setiap tautan.
Menautkan Artikel Lama ke Artikel Baru
Banyak blogger hanya menautkan artikel baru ke artikel lama, tetapi lupa sebaliknya. Padahal, menambahkan tautan dari artikel lama yang sudah terindeks ke artikel baru dapat membantu Google menemukan artikel baru lebih cepat. Setiap kali menerbitkan artikel, cari dua atau tiga artikel lama yang relevan, lalu sisipkan tautan ke artikel baru tersebut.
Cara mudah menemukannya adalah dengan mengetik site:namablog.com kata kunci di Google. Hasil pencarian akan menampilkan artikel di blog kalian yang membahas kata kunci tersebut.
Memeriksa dan Merawat Tautan
Tautan bisa rusak jika artikel tujuan dihapus atau alamatnya berubah. Tautan rusak membuat pembaca kecewa dan membuang kesempatan perayapan. Periksa laporan Halaman di Search Console untuk menemukan URL yang tidak ditemukan, lalu perbaiki tautan yang mengarah ke sana atau gunakan pengalihan khusus di Blogger.
Perhatikan juga artikel yang tidak memiliki tautan masuk sama sekali, sering disebut artikel yatim. Tambahkan tautan ke artikel tersebut dari tulisan lain yang relevan agar tidak terisolasi.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
- Menautkan artikel yang tidak berhubungan hanya demi menambah jumlah tautan.
- Memakai anchor text yang sama persis berulang-ulang di seluruh blog.
- Menumpuk banyak tautan dalam satu paragraf.
- Menautkan ke halaman label atau pencarian sebagai pengganti artikel.
- Membiarkan tautan rusak setelah mengganti alamat artikel.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah internal link bisa langsung menaikkan peringkat?
Internal link membantu, tetapi bukan satu-satunya faktor. Kualitas konten tetap menjadi penentu utama, sedangkan tautan internal membantu konten berkualitas lebih mudah ditemukan dan dipahami.
Apakah tautan di sidebar dan footer juga dihitung?
Ya, tetapi tautan di dalam isi artikel biasanya lebih kontekstual dan lebih bermanfaat bagi pembaca.
Sebaiknya internal link dibuka di tab baru?
Untuk internal link, umumnya cukup dibuka di tab yang sama agar pengalaman membaca tetap nyaman. Tab baru lebih cocok untuk tautan ke situs luar.
Bolehkah menautkan artikel yang sama beberapa kali?
Boleh jika memang relevan, tetapi cukup satu kali dalam satu artikel agar tidak berlebihan.
Kesimpulan
Internal link adalah strategi SEO sederhana yang sering terlupakan. Dengan menautkan artikel yang relevan, memakai anchor text yang deskriptif, membangun struktur artikel pilar, dan merawat tautan secara berkala, blog akan lebih mudah dijelajahi pembaca maupun mesin pencari. Jadikan kebiasaan menambahkan tautan internal setiap kali menerbitkan atau memperbarui artikel.
Bagaimana cara kalian mengatur tautan antarartikel di blog? Bagikan strategi kalian di kolom komentar.

Komentar
Memuat komentar...
Tulis Komentar
Silakan bertanya atau berbagi pengalaman. Komentar berisi tautan aktif atau promosi akan dihapus.