Iklan

Contoh DFD Sistem Informasi Nilai Sekolah: Level 0 dan Level 1

anaksmanda.com - Setelah flowchart, materi berikutnya yang hampir selalu muncul di mata kuliah analisis dan perancangan sistem adalah DFD (Data Flow Diagram). Banyak mahasiswa bingung membedakan DFD dengan flowchart, menentukan isi level 0 dan level 1, serta menjaga agar keduanya seimbang. Di artikel ini kita membuat DFD untuk studi kasus sistem informasi nilai sekolah, lengkap dengan aturan penggambaran dan kesalahan yang sering terjadi.

SERI BELAJAR SISTEM INFORMASI #2
Contoh DFD Sistem Informasi Nilai Sekolah: Level 0 dan Level 1

Kenali simbol DFD, pahami diagram konteks, pecah menjadi level 1, lalu periksa keseimbangannya.

Untuk pemulaStudi kasus sekolahFile draw.io
Guru berdiri di depan kelas memandu diskusi siswa
Pengolahan nilai melibatkan banyak pihak, dari guru mata pelajaran sampai wali kelas, sehingga cocok digambarkan dengan DFD. Foto: National Cancer Institute, Unsplash.

Sebelum mulai

Artikel ini melanjutkan contoh flowchart sistem absensi siswa. Contoh DFD di sini adalah studi kasus untuk belajar. Notasi yang dipakai adalah Yourdon dan DeMarco, yang paling sering dipakai di buku pengantar analisis sistem.

DRAWIO
Unduh file DFD sistem nilai sekolahFile .drawio berisi DFD level 0 dan level 1 di halaman terpisah, bisa diedit di draw.io. Tersedia juga gambar PNG untuk kedua level.

1. Apa Itu DFD dan Bedanya dengan Flowchart

DFD adalah diagram yang menggambarkan bagaimana data mengalir di dalam sebuah sistem: dari mana data berasal, proses apa yang mengolahnya, di mana data disimpan, dan ke mana informasi dikirim. DFD tidak menggambarkan urutan waktu atau keputusan Ya dan Tidak seperti flowchart.

AspekFlowchartDFD
FokusUrutan langkah dan keputusanAliran data di antara proses, penyimpanan, dan pihak luar
Keputusan Ya atau TidakDigambarkan dengan simbol belah ketupatTidak digambarkan
Penyimpanan dataKadang adaSelalu digambarkan dengan jelas
Tingkat detailSatu diagram untuk satu alurBertingkat: level 0, level 1, level 2, dan seterusnya

2. Simbol DFD

Ada dua notasi DFD yang umum: Yourdon dan DeMarco, serta Gane dan Sarson. Bentuknya sedikit berbeda, tetapi maknanya sama. Gunakan notasi yang diminta dosen atau modul kalian, lalu pakai secara konsisten.

Empat simbol DFD notasi Yourdon dan DeMarco: entitas luar, proses, penyimpanan data, dan aliran data
Simbol DFD notasi Yourdon dan DeMarco. Gambar: anaksmanda.com.
Nama simbolFungsiBentuk pada Gane dan Sarson
Entitas luarPihak di luar sistem yang memberi atau menerima dataPersegi
ProsesKegiatan yang mengubah data masukan menjadi keluaranPersegi bersudut tumpul
Penyimpanan dataTempat data disimpan, misalnya tabel basis dataPersegi terbuka di sisi kanan, dengan kotak nomor di kiri
Aliran dataData yang berpindah, diberi label kata bendaPanah

3. Studi Kasus: Sistem Informasi Nilai Sekolah

Sebuah sekolah ingin mengolah nilai secara terpusat. Kebutuhannya sebagai berikut:

01
Admin TU

Memasukkan data siswa dan data mata pelajaran, termasuk bobot penilaian dan KKM.

02
Guru Mapel

Menerima daftar siswa, lalu memasukkan nilai tugas, PTS, dan PAS.

03
Wali Kelas

Menerima rekap nilai kelas yang sudah dihitung sistem.

04
Siswa dan Orang Tua

Menerima rapor berisi nilai akhir setiap mata pelajaran.

4. DFD Level 0 (Diagram Konteks)

Level 0 atau diagram konteks menggambarkan seluruh sistem sebagai satu proses, lengkap dengan semua entitas luar dan aliran data yang masuk serta keluar. Penyimpanan data belum digambarkan di level ini.

DFD level 0 sistem informasi nilai sekolah dengan empat entitas luar
DFD level 0 sistem informasi nilai sekolah. Diagram: anaksmanda.com, boleh dipakai untuk belajar dengan mencantumkan sumber.
Entitas luarData masuk ke sistemData keluar dari sistem
Admin TUData siswa, data mapel-
Guru MapelNilai tugas, PTS, PASDaftar siswa
Wali Kelas-Rekap nilai kelas
Siswa / Orang Tua-Rapor

5. DFD Level 1

Level 1 memecah proses tunggal di level 0 menjadi beberapa proses utama, lalu menambahkan penyimpanan data. Pada studi kasus ini, sistem dipecah menjadi empat proses dan empat penyimpanan data.

DFD level 1 sistem informasi nilai sekolah dengan empat proses dan empat penyimpanan data
DFD level 1 sistem informasi nilai sekolah. Diagram: anaksmanda.com, boleh dipakai untuk belajar dengan mencantumkan sumber.
ProsesMasukanKeluaran
1.0 Kelola Data MasterData siswa dan data mapel dari Admin TUDisimpan ke D1 Siswa dan D2 Mata Pelajaran
2.0 Input NilaiDaftar siswa dari D1, nilai dari Guru MapelDaftar siswa ke Guru Mapel, nilai ke D3 Nilai
3.0 Hitung Nilai RaporNilai dari D3, bobot dan KKM dari D2Nilai rapor ke D4 Nilai Rapor
4.0 Buat LaporanNilai rapor dari D4Rekap nilai kelas ke Wali Kelas, rapor ke Siswa / Orang Tua
BACA JUGAProses 3.0 di dunia nyata: Cara Menghitung Nilai Rapor dengan Bobot di Excel

6. Memeriksa Keseimbangan Level 0 dan Level 1

DFD yang benar harus seimbang (balancing). Artinya, semua aliran data antara sistem dan entitas luar di level 0 harus muncul kembali di level 1, tidak boleh hilang atau bertambah.

Aliran data di level 0Muncul di level 1 padaStatus
Admin TU ke sistem: data siswa, data mapelAdmin TU ke 1.0Seimbang
Guru Mapel ke sistem: nilai tugas, PTS, PASGuru Mapel ke 2.0Seimbang
Sistem ke Guru Mapel: daftar siswa2.0 ke Guru MapelSeimbang
Sistem ke Wali Kelas: rekap nilai kelas4.0 ke Wali KelasSeimbang
Sistem ke Siswa / Orang Tua: rapor4.0 ke Siswa / Orang TuaSeimbang
Buku terbuka di atas tumpukan buku
Seperti bab dan subbab dalam buku, DFD dipecah bertingkat dari gambaran umum menuju rincian. Foto: Jaredd Craig, Unsplash.

7. Aturan Penting dan Kesalahan Umum

KesalahanPenjelasanSeharusnya
Entitas langsung ke penyimpanan dataData harus diolah oleh proses sebelum disimpanEntitas ke proses, lalu proses ke penyimpanan
Penyimpanan ke penyimpananData tidak bisa berpindah sendiriSelalu melalui proses
Entitas ke entitasAliran di luar sistem tidak digambarkanHapus aliran tersebut
Proses tanpa keluaran (black hole)Data masuk tetapi tidak menghasilkan apa punSetiap proses punya masukan dan keluaran
Proses tanpa masukan (miracle)Keluaran muncul tanpa sumber dataTambahkan aliran masukan yang sesuai
Label proses berupa kata bendaProses adalah kegiatanGunakan kata kerja, misalnya Hitung Nilai Rapor
Aliran data tanpa labelPembaca tidak tahu data apa yang mengalirBeri label kata benda, misalnya Nilai rapor

8. Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa jumlah proses yang ideal di DFD level 1?

Tidak ada angka pasti, tetapi banyak buku menyarankan sekitar tiga sampai sembilan proses agar diagram tetap mudah dibaca. Jika lebih banyak, kelompokkan proses yang mirip, lalu pecah lagi di level 2.

Kapan perlu membuat DFD level 2?

Jika satu proses di level 1 masih terlalu umum, misalnya 2.0 Input Nilai ingin dirinci menjadi input nilai tugas, input PTS, dan input PAS. Proses di level 2 diberi nomor turunan, misalnya 2.1, 2.2, dan 2.3.

Apakah penyimpanan data di DFD sama dengan tabel di basis data?

Sering kali mirip, tetapi tidak selalu satu banding satu. Penyimpanan data di DFD menunjukkan kelompok data secara logis. Rancangan tabel yang sebenarnya dibuat di tahap berikutnya dengan ERD dan normalisasi.

Aplikasi apa yang bisa dipakai untuk menggambar DFD?

draw.io (diagrams.net) bisa dipakai gratis di browser. File DFD di artikel ini bisa diunduh dan dibuka langsung di draw.io, dengan level 0 dan level 1 di halaman terpisah.

9. Kesimpulan

DFD menggambarkan aliran data, bukan urutan langkah. Mulailah dari level 0 yang memperlihatkan sistem sebagai satu proses beserta semua entitas luar, lalu pecah menjadi beberapa proses utama dan penyimpanan data di level 1.

Periksa keseimbangan antarlevel, pastikan setiap aliran data melewati proses, beri label kata kerja untuk proses dan kata benda untuk aliran data. Dengan aturan ini, DFD kalian akan rapi dan mudah dipahami.

Flowchart menjawab "langkahnya apa", DFD menjawab "datanya ke mana".

Baca Juga

Sumber dan Kredit Gambar

Komentar

Memuat komentar...

Tulis Komentar

Silakan bertanya atau berbagi pengalaman. Komentar berisi tautan aktif atau promosi akan dihapus.