anaksmanda.com - Setelah flowchart, materi berikutnya yang hampir selalu muncul di mata kuliah analisis dan perancangan sistem adalah DFD (Data Flow Diagram). Banyak mahasiswa bingung membedakan DFD dengan flowchart, menentukan isi level 0 dan level 1, serta menjaga agar keduanya seimbang. Di artikel ini kita membuat DFD untuk studi kasus sistem informasi nilai sekolah, lengkap dengan aturan penggambaran dan kesalahan yang sering terjadi.
Kenali simbol DFD, pahami diagram konteks, pecah menjadi level 1, lalu periksa keseimbangannya.
Sebelum mulai
Artikel ini melanjutkan contoh flowchart sistem absensi siswa. Contoh DFD di sini adalah studi kasus untuk belajar. Notasi yang dipakai adalah Yourdon dan DeMarco, yang paling sering dipakai di buku pengantar analisis sistem.
1. Apa Itu DFD dan Bedanya dengan Flowchart
DFD adalah diagram yang menggambarkan bagaimana data mengalir di dalam sebuah sistem: dari mana data berasal, proses apa yang mengolahnya, di mana data disimpan, dan ke mana informasi dikirim. DFD tidak menggambarkan urutan waktu atau keputusan Ya dan Tidak seperti flowchart.
| Aspek | Flowchart | DFD |
|---|---|---|
| Fokus | Urutan langkah dan keputusan | Aliran data di antara proses, penyimpanan, dan pihak luar |
| Keputusan Ya atau Tidak | Digambarkan dengan simbol belah ketupat | Tidak digambarkan |
| Penyimpanan data | Kadang ada | Selalu digambarkan dengan jelas |
| Tingkat detail | Satu diagram untuk satu alur | Bertingkat: level 0, level 1, level 2, dan seterusnya |
2. Simbol DFD
Ada dua notasi DFD yang umum: Yourdon dan DeMarco, serta Gane dan Sarson. Bentuknya sedikit berbeda, tetapi maknanya sama. Gunakan notasi yang diminta dosen atau modul kalian, lalu pakai secara konsisten.
| Nama simbol | Fungsi | Bentuk pada Gane dan Sarson |
|---|---|---|
| Entitas luar | Pihak di luar sistem yang memberi atau menerima data | Persegi |
| Proses | Kegiatan yang mengubah data masukan menjadi keluaran | Persegi bersudut tumpul |
| Penyimpanan data | Tempat data disimpan, misalnya tabel basis data | Persegi terbuka di sisi kanan, dengan kotak nomor di kiri |
| Aliran data | Data yang berpindah, diberi label kata benda | Panah |
3. Studi Kasus: Sistem Informasi Nilai Sekolah
Sebuah sekolah ingin mengolah nilai secara terpusat. Kebutuhannya sebagai berikut:
Memasukkan data siswa dan data mata pelajaran, termasuk bobot penilaian dan KKM.
Menerima daftar siswa, lalu memasukkan nilai tugas, PTS, dan PAS.
Menerima rekap nilai kelas yang sudah dihitung sistem.
Menerima rapor berisi nilai akhir setiap mata pelajaran.
4. DFD Level 0 (Diagram Konteks)
Level 0 atau diagram konteks menggambarkan seluruh sistem sebagai satu proses, lengkap dengan semua entitas luar dan aliran data yang masuk serta keluar. Penyimpanan data belum digambarkan di level ini.
| Entitas luar | Data masuk ke sistem | Data keluar dari sistem |
|---|---|---|
| Admin TU | Data siswa, data mapel | - |
| Guru Mapel | Nilai tugas, PTS, PAS | Daftar siswa |
| Wali Kelas | - | Rekap nilai kelas |
| Siswa / Orang Tua | - | Rapor |
5. DFD Level 1
Level 1 memecah proses tunggal di level 0 menjadi beberapa proses utama, lalu menambahkan penyimpanan data. Pada studi kasus ini, sistem dipecah menjadi empat proses dan empat penyimpanan data.
| Proses | Masukan | Keluaran |
|---|---|---|
| 1.0 Kelola Data Master | Data siswa dan data mapel dari Admin TU | Disimpan ke D1 Siswa dan D2 Mata Pelajaran |
| 2.0 Input Nilai | Daftar siswa dari D1, nilai dari Guru Mapel | Daftar siswa ke Guru Mapel, nilai ke D3 Nilai |
| 3.0 Hitung Nilai Rapor | Nilai dari D3, bobot dan KKM dari D2 | Nilai rapor ke D4 Nilai Rapor |
| 4.0 Buat Laporan | Nilai rapor dari D4 | Rekap nilai kelas ke Wali Kelas, rapor ke Siswa / Orang Tua |
6. Memeriksa Keseimbangan Level 0 dan Level 1
DFD yang benar harus seimbang (balancing). Artinya, semua aliran data antara sistem dan entitas luar di level 0 harus muncul kembali di level 1, tidak boleh hilang atau bertambah.
| Aliran data di level 0 | Muncul di level 1 pada | Status |
|---|---|---|
| Admin TU ke sistem: data siswa, data mapel | Admin TU ke 1.0 | Seimbang |
| Guru Mapel ke sistem: nilai tugas, PTS, PAS | Guru Mapel ke 2.0 | Seimbang |
| Sistem ke Guru Mapel: daftar siswa | 2.0 ke Guru Mapel | Seimbang |
| Sistem ke Wali Kelas: rekap nilai kelas | 4.0 ke Wali Kelas | Seimbang |
| Sistem ke Siswa / Orang Tua: rapor | 4.0 ke Siswa / Orang Tua | Seimbang |
7. Aturan Penting dan Kesalahan Umum
| Kesalahan | Penjelasan | Seharusnya |
|---|---|---|
| Entitas langsung ke penyimpanan data | Data harus diolah oleh proses sebelum disimpan | Entitas ke proses, lalu proses ke penyimpanan |
| Penyimpanan ke penyimpanan | Data tidak bisa berpindah sendiri | Selalu melalui proses |
| Entitas ke entitas | Aliran di luar sistem tidak digambarkan | Hapus aliran tersebut |
| Proses tanpa keluaran (black hole) | Data masuk tetapi tidak menghasilkan apa pun | Setiap proses punya masukan dan keluaran |
| Proses tanpa masukan (miracle) | Keluaran muncul tanpa sumber data | Tambahkan aliran masukan yang sesuai |
| Label proses berupa kata benda | Proses adalah kegiatan | Gunakan kata kerja, misalnya Hitung Nilai Rapor |
| Aliran data tanpa label | Pembaca tidak tahu data apa yang mengalir | Beri label kata benda, misalnya Nilai rapor |
8. Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa jumlah proses yang ideal di DFD level 1?
Tidak ada angka pasti, tetapi banyak buku menyarankan sekitar tiga sampai sembilan proses agar diagram tetap mudah dibaca. Jika lebih banyak, kelompokkan proses yang mirip, lalu pecah lagi di level 2.
Kapan perlu membuat DFD level 2?
Jika satu proses di level 1 masih terlalu umum, misalnya 2.0 Input Nilai ingin dirinci menjadi input nilai tugas, input PTS, dan input PAS. Proses di level 2 diberi nomor turunan, misalnya 2.1, 2.2, dan 2.3.
Apakah penyimpanan data di DFD sama dengan tabel di basis data?
Sering kali mirip, tetapi tidak selalu satu banding satu. Penyimpanan data di DFD menunjukkan kelompok data secara logis. Rancangan tabel yang sebenarnya dibuat di tahap berikutnya dengan ERD dan normalisasi.
Aplikasi apa yang bisa dipakai untuk menggambar DFD?
draw.io (diagrams.net) bisa dipakai gratis di browser. File DFD di artikel ini bisa diunduh dan dibuka langsung di draw.io, dengan level 0 dan level 1 di halaman terpisah.
9. Kesimpulan
DFD menggambarkan aliran data, bukan urutan langkah. Mulailah dari level 0 yang memperlihatkan sistem sebagai satu proses beserta semua entitas luar, lalu pecah menjadi beberapa proses utama dan penyimpanan data di level 1.
Periksa keseimbangan antarlevel, pastikan setiap aliran data melewati proses, beri label kata kerja untuk proses dan kata benda untuk aliran data. Dengan aturan ini, DFD kalian akan rapi dan mudah dipahami.
- Contoh flowchart sistem absensi siswa
- Contoh DFD sistem nilai sekolah level 0 dan level 1 (sedang dibaca)
- Contoh ERD sistem perpustakaan sekolah
- Normalisasi database dengan contoh data siswa
- Membuat database sederhana di Excel sebelum ke MySQL
- Studi kasus: merancang sistem informasi nilai sekolah
Komentar
Memuat komentar...
Tulis Komentar
Silakan bertanya atau berbagi pengalaman. Komentar berisi tautan aktif atau promosi akan dihapus.