anaksmanda.com - Flowchart atau diagram alir adalah salah satu materi pertama yang dipelajari mahasiswa Sistem Informasi dan Informatika, dan sering muncul di tugas maupun ujian. Banyak contoh di internet memakai kasus yang terlalu sederhana, seperti menghitung luas persegi, atau malah terlalu rumit. Di artikel ini kita membahas flowchart dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu sistem absensi siswa di sekolah, mulai dari mengenal simbolnya sampai menggambar sendiri dengan aplikasi gratis.
Kenali simbol flowchart, pahami alur absensi dari input NIS sampai rekap harian, lalu gambar sendiri di draw.io.
Yang akan kalian kuasai
Membaca dan menggambar flowchart dengan simbol yang benar, menyusun alur keputusan dan perulangan, serta membuat flowchart rapi dengan aplikasi gratis. Contoh di artikel ini adalah studi kasus untuk belajar, bukan jawaban tugas mata kuliah tertentu.
1. Apa Itu Flowchart
Flowchart adalah diagram yang menggambarkan urutan langkah sebuah proses dengan simbol-simbol standar yang dihubungkan oleh garis alir. Dengan flowchart, alur kerja yang rumit bisa dipahami sekilas: dari mana proses dimulai, keputusan apa yang diambil, data apa yang dimasukkan dan disimpan, serta bagaimana proses berakhir.
Menggambarkan alur kerja sebuah sistem secara umum, termasuk dokumen dan penyimpanan data. Contoh di artikel ini termasuk jenis ini.
Menggambarkan langkah logika sebuah program secara rinci, misalnya perulangan dan perhitungan, sebelum ditulis menjadi kode.
2. Simbol-Simbol Flowchart
Simbol flowchart yang dipakai luas mengacu pada standar seperti ANSI dan ISO 5807. Berikut simbol yang paling sering dipakai dalam tugas kuliah:
| Nama simbol | Fungsi |
|---|---|
| Terminal | Menandai awal (Mulai) dan akhir (Selesai) alur |
| Proses | Kegiatan atau pengolahan, misalnya menghitung atau mengubah status |
| Input/Output | Data yang dimasukkan atau informasi yang ditampilkan |
| Keputusan | Pertanyaan dengan dua jawaban, biasanya Ya dan Tidak |
| Dokumen | Dokumen tercetak, misalnya laporan atau rekap |
| Penyimpanan data | Data yang disimpan, misalnya basis data atau berkas |
| Garis alir | Menunjukkan arah urutan langkah |
| Konektor | Menyambungkan alur yang terpotong, misalnya pindah halaman |
3. Studi Kasus: Sistem Absensi Siswa
Bayangkan sebuah sekolah ingin mencatat kehadiran siswa setiap pagi secara digital. Aturannya sebagai berikut:
- Guru membuka daftar absensi kelas di aplikasi atau lembar kerja.
- Setiap siswa yang datang dicatat NIS-nya. Jika NIS tidak terdaftar, sistem menampilkan pesan dan guru memasukkan ulang NIS.
- Siswa yang datang sebelum pukul 07.00 berstatus Hadir, sedangkan yang datang setelahnya berstatus Terlambat.
- Status disimpan ke data absensi, lalu proses diulang sampai tidak ada siswa lagi.
- Siswa yang tidak datang diberi keterangan Izin, Sakit, atau Alpa, kemudian rekap absensi harian dicetak.
4. Flowchart Sistem Absensi Siswa
5. Cara Membaca Flowchart Tersebut
| Bagian alur | Penjelasan |
|---|---|
| Mulai sampai input NIS | Alur berjalan lurus dari atas ke bawah: guru membuka daftar absensi, lalu memasukkan NIS siswa. |
| Keputusan "NIS terdaftar?" | Jika Tidak, sistem menampilkan pesan, lalu alur kembali ke input NIS. Jika Ya, alur lanjut ke pemeriksaan jam datang. |
| Keputusan "Datang sebelum 07.00?" | Alur bercabang menjadi status Hadir atau Terlambat, lalu kedua cabang bertemu kembali di penyimpanan data. |
| Keputusan "Masih ada siswa?" | Inilah perulangan. Selama masih ada siswa, alur kembali ke input NIS. Jika tidak ada lagi, alur keluar dari perulangan. |
| Bagian akhir | Siswa yang tidak datang diberi keterangan, rekap dicetak sebagai dokumen, lalu alur berakhir di terminal Selesai. |
6. Langkah Membuat Flowchart Sendiri
- Tulis alurnya dalam kalimat terlebih dahulu. Seperti daftar aturan di bagian studi kasus. Flowchart yang baik selalu berawal dari pemahaman proses yang jelas.
- Tandai jenis setiap langkah. Mana yang berupa proses, input atau output, keputusan, dokumen, dan penyimpanan data.
- Tentukan semua keputusan dan cabangnya. Setiap simbol keputusan harus punya dua jalan keluar yang diberi label, misalnya Ya dan Tidak.
- Gambar dari atas ke bawah. Alur utama sebaiknya lurus vertikal, sedangkan cabang dan perulangan diletakkan di samping kiri atau kanan.
- Periksa ujung-ujungnya. Pastikan hanya ada satu Mulai, setiap alur berakhir di Selesai, dan tidak ada simbol yang buntu tanpa garis keluar.
7. Menggambar Flowchart di draw.io
draw.io (diagrams.net) adalah aplikasi diagram gratis yang bisa dipakai langsung di browser tanpa membuat akun, dan juga tersedia versi desktop. File flowchart di artikel ini bisa kalian unduh dan buka langsung di draw.io.
- Buka app.diagrams.net. Pilih tempat menyimpan file, misalnya perangkat sendiri atau Google Drive.
- Buka file contoh atau buat diagram baru. Untuk file contoh, pilih File > Open from > Device, lalu pilih file .drawio yang sudah diunduh.
- Gunakan pustaka bentuk Flowchart. Di panel kiri, cari kelompok Flowchart, lalu seret simbol yang dibutuhkan ke kanvas.
- Hubungkan simbol. Arahkan kursor ke tepi simbol hingga muncul panah biru, lalu tarik ke simbol berikutnya. Klik dua kali garis untuk memberi label Ya atau Tidak.
- Simpan dan ekspor. Simpan sebagai .drawio agar bisa diedit lagi, lalu pilih File > Export as > PNG untuk dimasukkan ke dokumen Word.
Bisa juga di Word
Simbol flowchart tersedia di Insert > Shapes, pada kelompok Flowchart. Namun untuk diagram yang panjang, draw.io jauh lebih mudah dirapikan karena garisnya otomatis menempel pada simbol.
8. Kesalahan Umum saat Membuat Flowchart
| Kesalahan | Seharusnya |
|---|---|
| Simbol keputusan hanya punya satu jalan keluar | Selalu dua cabang berlabel, misalnya Ya dan Tidak |
| Garis tanpa tanda panah | Setiap garis alir memakai panah agar arahnya jelas |
| Memakai simbol proses untuk input data | Input dan output memakai simbol jajargenjang |
| Ada beberapa terminal Mulai | Hanya satu Mulai, dan semua cabang berakhir di Selesai |
| Teks di dalam simbol terlalu panjang | Tulis singkat dengan kata kerja, misalnya "Input NIS siswa" |
| Garis saling bersilangan | Atur ulang posisi simbol atau gunakan konektor |
9. Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya flowchart dengan DFD?
Flowchart menggambarkan urutan langkah dan keputusan dalam sebuah proses. DFD (Data Flow Diagram) menggambarkan aliran data di antara entitas luar, proses, dan penyimpanan data, tanpa memperhatikan urutan waktu dan percabangan keputusan. Pembahasan DFD ada di artikel berikutnya dalam seri ini.
Bolehkah flowchart dibuat menyamping dari kiri ke kanan?
Boleh, asalkan arahnya konsisten. Untuk tugas yang dicetak di kertas A4 tegak, alur dari atas ke bawah biasanya lebih mudah dibaca.
Apakah contoh flowchart ini boleh dipakai untuk tugas kuliah?
Contoh ini dibuat untuk belajar. Jika tugas kalian meminta flowchart untuk kasus tertentu, buat sendiri berdasarkan kasus tersebut dengan langkah-langkah di bagian 6, dan jika terinspirasi dari contoh ini, cantumkan sumbernya.
Apakah draw.io benar-benar gratis?
Ya. Menurut situs resminya, draw.io gratis, tidak memerlukan akun, dan bisa dipakai di browser maupun sebagai aplikasi desktop.
10. Kesimpulan
Flowchart menggambarkan urutan langkah sebuah proses dengan simbol standar: terminal, proses, input/output, keputusan, dokumen, penyimpanan data, garis alir, dan konektor. Pada studi kasus absensi siswa, kita melihat bagaimana keputusan membentuk cabang dan bagaimana perulangan dibuat dengan garis yang kembali ke langkah sebelumnya.
Mulailah membuat flowchart dengan menuliskan alurnya dalam kalimat, tandai jenis setiap langkah, lalu gambar dari atas ke bawah. Gunakan draw.io agar flowchart mudah dirapikan dan diekspor ke dokumen tugas.
Komentar
Memuat komentar...
Tulis Komentar
Silakan bertanya atau berbagi pengalaman. Komentar berisi tautan aktif atau promosi akan dihapus.