anaksmanda.com - Mengisi predikat A, B, C, atau D satu per satu untuk puluhan siswa memang melelahkan dan rawan salah ketik. Dengan rumus IF, Excel bisa menentukan predikat secara otomatis begitu nilai dimasukkan. Kalian cukup menulis satu rumus, lalu menariknya ke bawah.
Belajar IF bertingkat dan IFS dengan contoh daftar nilai siswa, lengkap dengan kolom keterangan dan cara mengatasi rumus yang hasilnya salah.
Rumus singkat
Untuk predikat A (90 ke atas), B (80–89), C (70–79), dan D (di bawah 70), gunakan:
=IF(C2>=90;"A";IF(C2>=80;"B";IF(C2>=70;"C";"D")))
Sebelum mulai
Rumus di artikel ini memakai pemisah titik koma (;). Jika Excel kalian memakai koma, baca dulu rumus Excel pakai koma atau titik koma. Rentang nilai di sini hanya contoh, jadi sesuaikan dengan ketentuan sekolah masing-masing.
1. Cara Kerja Rumus IF
Fungsi IF memeriksa sebuah kondisi, lalu memberikan satu hasil jika kondisinya benar dan hasil lain jika salah. Bentuk penulisannya:
Contoh paling sederhana, menentukan lulus atau remedial dengan KKM 75:
Artinya: jika nilai di C2 lebih besar atau sama dengan 75, tampilkan "Lulus". Jika tidak, tampilkan "Remedial". Teks hasil selalu ditulis di dalam tanda kutip, sedangkan angka tidak.
| Operator | Arti | Contoh |
|---|---|---|
>= | Lebih besar atau sama dengan | C2>=90 |
> | Lebih besar dari | C2>89 |
< | Lebih kecil dari | C2<70 |
= | Sama dengan | D2="A" |
<> | Tidak sama dengan | D2<>"D" |
2. Rumus IF Bertingkat untuk Predikat A, B, C, D
Satu IF hanya menghasilkan dua pilihan. Untuk empat predikat, IF perlu dimasukkan ke dalam IF lain. Cara ini disebut IF bertingkat atau nested IF. Misalkan nilai berada di kolom C dan predikat ditulis di kolom D, dengan ketentuan berikut:
| Rentang nilai | Predikat | Keterangan |
|---|---|---|
| 90 – 100 | A | Sangat Baik |
| 80 – 89 | B | Baik |
| 70 – 79 | C | Cukup |
| Di bawah 70 | D | Perlu Bimbingan |
- Klik sel D2, yaitu baris siswa pertama di kolom predikat.
- Ketik rumus berikut, lalu tekan Enter:
=IF(C2>=90;"A";IF(C2>=80;"B";IF(C2>=70;"C";"D")))
- Tarik rumus ke bawah dengan menyeret kotak kecil di pojok kanan bawah sel D2, atau klik dua kali kotak tersebut.
- Periksa beberapa hasil, terutama nilai di perbatasan seperti 70, 80, dan 90.
Excel membaca rumus dari kiri ke kanan. Jika nilai 90 atau lebih, hasilnya langsung A dan pemeriksaan berhenti. Jika tidak, Excel lanjut memeriksa apakah nilainya 80 atau lebih, dan seterusnya. Jika tidak ada kondisi yang terpenuhi, hasil terakhir, yaitu D, yang dipakai.
| Siswa | Nilai (C) | Predikat (D) |
|---|---|---|
| Andi | 92 | A |
| Budi | 80 | B |
| Citra | 79,5 | C |
| Dewi | 64 | D |
Kunci rumus IF bertingkat
Jumlah tanda kurung tutup di akhir rumus sama dengan jumlah IF yang dipakai. Rumus di atas memakai tiga IF, jadi diakhiri dengan tiga kurung tutup: ))).
3. Cara Lebih Ringkas dengan IFS
Excel versi baru menyediakan fungsi IFS yang lebih mudah dibaca karena tidak perlu bertumpuk. Rumus predikat yang sama bisa ditulis seperti ini:
IFS memeriksa pasangan kondisi dan hasil secara berurutan, lalu mengambil hasil dari kondisi pertama yang benar. Bagian TRUE;"D" di akhir berfungsi sebagai "selain itu". Tanpa bagian ini, nilai di bawah 70 akan menghasilkan error #N/A karena tidak ada kondisi yang terpenuhi.
Perhatikan versi Excel
Menurut Microsoft, IFS tersedia di Excel 2019, Excel 2021, Excel 2024, dan Microsoft 365. Di Excel 2016 atau versi lebih lama, rumus IFS akan menghasilkan error #NAME?. Jika file akan dibuka di banyak komputer sekolah dengan versi berbeda, IF bertingkat adalah pilihan yang paling aman.
4. Menambahkan Keterangan Predikat
Di rapor, predikat biasanya disertai keterangan. Kalian bisa membuat kolom E yang membaca predikat dari kolom D:
Agar sel tetap kosong ketika nilai belum diisi, tambahkan pemeriksaan sel kosong di bagian depan rumus predikat:
Tanpa pemeriksaan ini, baris siswa yang nilainya belum masuk akan langsung berpredikat D, karena sel kosong dianggap bernilai 0.
BACA JUGARumus IF Lulus/Tidak Lulus dengan KKM dan Kehadiran (IF AND)5. Agar Batas Nilai Mudah Diubah
Jika batas nilai ditulis langsung di dalam rumus, kalian harus mengedit rumus setiap kali ketentuan sekolah berubah. Cara yang lebih rapi adalah menuliskan batas nilai di sel tersendiri, misalnya H2 = 90, H3 = 80, dan H4 = 70, lalu menguncinya dengan tanda $:
Sekarang, cukup ubah angka di kolom H dan semua predikat langsung menyesuaikan. Tanda $ wajib dipakai agar sel batas tidak ikut bergeser saat rumus ditarik ke bawah.
BACA JUGAFungsi Tanda $ di Excel: Kenapa Rumus Berubah Saat Ditarik ke Bawah?Alternatif untuk predikat yang banyak
Jika predikatnya lebih dari lima tingkat, tabel bantu dengan VLOOKUP sering lebih praktis daripada IF yang terlalu panjang. Buat tabel berisi batas bawah yang diurutkan dari kecil ke besar (0, 70, 80, 90) beserta predikatnya, lalu gunakan =VLOOKUP(C2;$J$2:$K$5;2;TRUE).
6. Kesalahan yang Membuat Predikat Salah
Jika rumus dimulai dari C2>=70, nilai 95 pun langsung berpredikat C karena kondisi pertama sudah terpenuhi. Saat memakai >=, mulailah dari batas tertinggi.
Menulis C2>="90" membuat Excel membandingkan angka dengan teks, sehingga hasilnya keliru. Tanda kutip hanya untuk teks hasil, seperti "A".
Nilai hasil salinan dari aplikasi lain kadang tersimpan sebagai teks dan rata kiri. Akibatnya predikat bisa salah semua. Ubah dulu menjadi angka dengan fitur Convert to Number.
Rumus berbasis rentang seperti 80–89 dan 90–100 tidak menangkap nilai 89,5. Memakai >= secara berurutan, seperti contoh di atas, membuat semua nilai pasti masuk ke salah satu predikat.
| Gejala | Penyebab | Solusi |
|---|---|---|
| Semua siswa berpredikat sama | Urutan kondisi salah atau angka diberi tanda kutip | Mulai dari batas tertinggi dan hapus tanda kutip pada angka |
| Muncul "You've entered too few arguments" | Hasil untuk salah satu kondisi belum ditulis | Pastikan setiap kondisi punya pasangan hasil |
| Hasil #NAME? | Fungsi IFS tidak tersedia atau ada salah ketik | Ganti dengan IF bertingkat atau periksa ejaan rumus |
| Hasil #N/A pada IFS | Tidak ada kondisi yang terpenuhi | Tambahkan TRUE;"D" di akhir rumus |
7. Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa banyak IF yang bisa dimasukkan ke dalam satu rumus?
Excel modern mengizinkan hingga 64 IF bertingkat, sedangkan IFS bisa memeriksa hingga 127 kondisi. Namun, rumus yang terlalu panjang sulit diperiksa. Untuk lebih dari lima tingkat, tabel bantu dengan VLOOKUP biasanya lebih rapi.
Lebih baik pakai IF bertingkat atau IFS?
IFS lebih mudah dibaca, tetapi hanya tersedia di Excel 2019 ke atas dan Microsoft 365. Jika file akan dibuka di komputer dengan versi Excel yang beragam, IF bertingkat lebih aman.
Bagaimana jika nilainya berupa desimal, misalnya 89,5?
Dengan rumus contoh di artikel ini, 89,5 berpredikat B karena belum mencapai 90. Jika sekolah membulatkan nilai lebih dulu, bulatkan dengan ROUND, misalnya IF(ROUND(C2;0)>=90;...).
Apakah rumus ini bisa dipakai di Google Sheets?
Bisa. Rumus IF bertingkat dan IFS sama-sama tersedia di Google Sheets. Pastikan tanda pemisah rumus sesuai dengan setelan lokal file kalian.
Bagaimana cara menghitung jumlah siswa yang mendapat predikat A?
Gunakan COUNTIF, misalnya =COUNTIF($D$2:$D$31;"A"). Ganti "A" dengan predikat lain untuk menghitung B, C, atau D.
8. Kesimpulan
Rumus IF bertingkat membuat predikat A, B, C, dan D terisi otomatis berdasarkan nilai siswa. Kuncinya adalah mengurutkan kondisi dari batas tertinggi, menulis teks hasil di dalam tanda kutip, dan menutup rumus dengan jumlah kurung yang tepat.
Jika memakai Excel 2019 ke atas, IFS bisa menjadi pilihan yang lebih ringkas. Simpan batas nilai di sel tersendiri dan kunci dengan tanda $ agar ketentuan mudah diubah tanpa mengedit rumus.
- Rumus Excel pakai koma atau titik koma
- Fungsi tanda $ di Excel
- Rumus IF predikat nilai A, B, C, D (sedang dibaca)
- Rumus IF lulus/tidak lulus dengan KKM dan kehadiran
- Rumus ranking siswa, termasuk jika nilainya sama
- Cara menghitung nilai rapor dengan bobot tugas, PTS, dan PAS
- Rumus COUNTIF untuk menghitung siswa lulus dan remedial
- VLOOKUP untuk menampilkan nama siswa dari NIS
- Rumus menghitung umur per tanggal tertentu
- Cara mengunci rumus agar tidak terhapus
- Studi kasus: membuat rekap nilai otomatis satu kelas
Komentar
Memuat komentar...
Tulis Komentar
Silakan bertanya atau berbagi pengalaman. Komentar berisi tautan aktif atau promosi akan dihapus.