Cara Mengamankan Akun Instagram dari Peretasan, Lengkap dengan Autentikasi Dua Faktor
Keamanan akun Instagram dimulai dari pengaturan sederhana di ponsel kalian. Foto: Dan Nelson / Unsplash
anaksmanda.com - Instagram bukan lagi sekadar tempat berbagi foto liburan. Bagi banyak orang, akun Instagram berisi kenangan bertahun-tahun, jejaring pertemanan, hingga sumber penghasilan dari jualan online atau kerja sama dengan brand. Karena itu, mengetahui cara mengamankan akun Instagram sama pentingnya dengan mengunci pintu rumah. Sekali akun berpindah tangan, pelaku bisa menipu teman kalian, menghapus konten, bahkan meminta tebusan.
Daftar Isi
- Ringkasan Langkah Keamanan Instagram
- Mengapa Akun Instagram Sering Menjadi Sasaran?
- Langkah 1: Buat Kata Sandi yang Kuat dan Berbeda
- Langkah 2: Aktifkan Autentikasi Dua Faktor
- Langkah 3: Periksa Aktivitas Login Secara Berkala
- Langkah 4: Pastikan Email dan Nomor Ponsel Masih Aktif
- Langkah 5: Kenali Modus Penipuan yang Sering Terjadi
- Langkah 6: Batasi Akses Aplikasi Pihak Ketiga
- Langkah 7: Jaga Keamanan Ponsel
- Apa yang Harus Dilakukan Jika Akun Diretas?
- Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Kesimpulan
Kabar baiknya, sebagian besar kasus peretasan sebenarnya bisa dicegah dengan pengaturan yang tidak rumit. Dalam panduan ini, kita akan membahas langkah demi langkah mulai dari membuat kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor, memeriksa aktivitas login, mengenali modus penipuan, hingga apa yang harus dilakukan jika akun terlanjur diretas. Nama menu bisa sedikit berbeda tergantung versi aplikasi, jadi pastikan Instagram kalian sudah diperbarui.
Ringkasan Langkah Keamanan Instagram
| Langkah | Fungsi | Tingkat Kepentingan |
|---|---|---|
| Kata sandi kuat dan unik | Mencegah akun ditebak atau dibobol dari kebocoran situs lain | Wajib |
| Autentikasi dua faktor | Menambah lapisan kode verifikasi saat login | Wajib |
| Cek aktivitas login | Mengetahui perangkat asing yang masuk ke akun | Sangat disarankan |
| Perbarui email dan nomor HP | Memudahkan pemulihan akun | Wajib |
| Waspada DM dan tautan mencurigakan | Menghindari phishing | Wajib |
| Batasi aplikasi pihak ketiga | Mengurangi celah akses ke akun | Disarankan |
Mengapa Akun Instagram Sering Menjadi Sasaran?
Akun Instagram memiliki nilai tinggi bagi pelaku kejahatan. Akun dengan banyak pengikut dapat dijual kembali, sementara akun biasa bisa dipakai untuk menipu teman dan keluarga pemiliknya. Modus yang sering terjadi adalah pelaku mengambil alih akun, lalu mengirim pesan kepada pengikut untuk meminjam uang, menawarkan investasi palsu, atau meminta kode verifikasi.
Selain itu, banyak pengguna masih memakai kata sandi yang sama untuk berbagai layanan. Ketika satu situs mengalami kebocoran data, pelaku mencoba kombinasi email dan kata sandi tersebut di Instagram. Teknik ini dikenal sebagai credential stuffing dan sangat efektif terhadap akun yang tidak dilindungi autentikasi dua faktor.
Langkah 1: Buat Kata Sandi yang Kuat dan Berbeda
Kata sandi adalah pertahanan pertama. Hindari tanggal lahir, nama hewan peliharaan, atau urutan angka seperti 123456. Gunakan minimal 12 karakter yang menggabungkan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Cara mudah membuatnya adalah memakai frasa panjang yang hanya kalian pahami, misalnya gabungan beberapa kata acak yang diselingi angka.
Untuk mengganti kata sandi, buka profil, ketuk menu garis tiga, pilih Pusat Akun, lalu Kata sandi dan keamanan, kemudian Ubah kata sandi. Pastikan kata sandi Instagram tidak sama dengan kata sandi email, Facebook, atau aplikasi lain. Jika sulit mengingat banyak kata sandi, gunakan pengelola kata sandi bawaan Google atau aplikasi pengelola kata sandi tepercaya.
Langkah 2: Aktifkan Autentikasi Dua Faktor
Autentikasi dua faktor membuat orang lain tetap tidak bisa masuk meskipun mengetahui kata sandi kalian, karena login membutuhkan kode tambahan. Caranya:
- Buka Pusat Akun, lalu pilih Kata sandi dan keamanan.
- Ketuk Autentikasi dua faktor dan pilih akun Instagram kalian.
- Pilih metode keamanan: aplikasi autentikasi, SMS, atau WhatsApp.
- Ikuti petunjuk di layar hingga selesai, lalu simpan kode cadangan di tempat aman.
Metode yang paling disarankan adalah aplikasi autentikasi seperti Google Authenticator atau Microsoft Authenticator, karena kodenya dibuat di ponsel kalian sendiri dan tidak bergantung pada jaringan seluler. SMS tetap jauh lebih baik daripada tidak memakai lapisan tambahan sama sekali.
Simpan kode cadangan di catatan terpisah atau cetak di kertas. Kode ini sangat penting ketika ponsel hilang dan kalian tidak bisa menerima kode verifikasi.
Langkah 3: Periksa Aktivitas Login Secara Berkala
Instagram mencatat perangkat dan lokasi yang pernah masuk ke akun. Buka Pusat Akun, pilih Kata sandi dan keamanan, lalu Tempat kalian login. Di halaman ini, kalian bisa melihat daftar perangkat beserta perkiraan lokasinya.
Jika menemukan perangkat yang tidak dikenal, segera pilih perangkat tersebut lalu keluarkan. Setelah itu, ganti kata sandi dan pastikan autentikasi dua faktor aktif. Biasakan memeriksa halaman ini setidaknya sebulan sekali, terutama setelah login di komputer umum atau ponsel teman.
Langkah 4: Pastikan Email dan Nomor Ponsel Masih Aktif
Email dan nomor ponsel adalah kunci pemulihan akun. Banyak orang kehilangan akun selamanya karena email yang terdaftar sudah tidak bisa diakses atau nomor ponselnya sudah tidak aktif. Periksa data ini di Pusat Akun pada bagian Detail pribadi atau Informasi kontak.
Gunakan email yang juga dilindungi autentikasi dua faktor. Jika email kalian berhasil dibobol, pelaku bisa meminta tautan reset kata sandi Instagram dan mengambil alih akun dengan mudah.
Langkah 5: Kenali Modus Penipuan yang Sering Terjadi
Sebagian besar peretasan Instagram tidak terjadi karena kecanggihan teknologi, melainkan karena korban terkecoh. Berikut beberapa modus yang perlu diwaspadai:
- Pesan pelanggaran hak cipta palsu: DM yang mengaku dari tim Instagram dan meminta kalian mengisi formulir agar akun tidak diblokir.
- Tawaran centang biru: Pelaku menjanjikan verifikasi akun dengan syarat memasukkan kata sandi di situs tertentu.
- Teman minta kode: Akun teman yang sudah diretas meminta kalian mengirimkan kode yang masuk lewat SMS atau WhatsApp.
- Giveaway dan hadiah: Tautan pendaftaran hadiah yang ternyata halaman login palsu.
- Kerja sama brand palsu: Tawaran endorsement yang meminta kalian login melalui tautan dari pihak luar.
Ingat, Instagram tidak pernah meminta kata sandi melalui DM. Pemberitahuan resmi dari Instagram dapat dicek di menu Email dari Instagram pada bagian keamanan. Jika email yang diterima tidak muncul di daftar tersebut, hampir pasti itu palsu.
Langkah 6: Batasi Akses Aplikasi Pihak Ketiga
Aplikasi penambah pengikut, penganalisis akun, atau aplikasi untuk melihat siapa yang mengunjungi profil sering meminta akses login. Selain melanggar ketentuan Instagram, aplikasi semacam ini bisa menyimpan kata sandi kalian. Periksa Aplikasi dan situs web di pengaturan, lalu hapus akses aplikasi yang tidak lagi dipakai atau tidak kalian kenali.
Langkah 7: Jaga Keamanan Ponsel
Akun yang aman juga membutuhkan ponsel yang aman. Pasang kunci layar dengan PIN, pola, atau sidik jari. Perbarui sistem operasi dan aplikasi secara rutin, karena pembaruan sering berisi perbaikan celah keamanan. Hindari memasang aplikasi dari luar toko aplikasi resmi, terutama file APK yang dikirim melalui pesan.
Jika kalian sering memakai Wi-Fi publik, hindari login ke akun penting di jaringan tersebut, atau gunakan data seluler untuk sementara.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Akun Diretas?
Jika kalian masih bisa masuk ke akun, segera ganti kata sandi, keluarkan semua perangkat asing, aktifkan autentikasi dua faktor, dan periksa apakah email serta nomor ponsel sudah diubah oleh pelaku. Beritahu pengikut melalui Instagram Story atau media sosial lain agar mereka tidak tertipu.
Jika tidak bisa masuk sama sekali, lakukan langkah berikut:
- Periksa email dari Instagram tentang perubahan email atau kata sandi. Biasanya ada tautan untuk membatalkan perubahan tersebut.
- Di halaman login, ketuk Lupa kata sandi atau Dapatkan bantuan untuk login.
- Pilih opsi pemulihan yang tersedia, misalnya melalui email, nomor ponsel, atau verifikasi identitas dengan video swafoto.
- Ikuti seluruh petunjuk dan tunggu respons dari tim Instagram.
Proses verifikasi bisa memakan waktu, jadi bersabarlah dan hindari jasa "pemulihan akun" yang meminta bayaran. Banyak di antaranya justru penipuan lanjutan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah autentikasi dua faktor membuat login jadi repot?
Tidak terlalu. Kode hanya diminta saat login dari perangkat baru. Di perangkat yang biasa kalian pakai, Instagram tidak akan meminta kode setiap kali membuka aplikasi.
Bagaimana cara mengetahui akun saya pernah dibuka orang lain?
Periksa menu Tempat kalian login di Pusat Akun. Perhatikan perangkat dan lokasi yang tidak kalian kenali.
Apakah aman memakai aplikasi penambah followers?
Tidak disarankan. Aplikasi tersebut berisiko mencuri data login dan dapat membuat akun dibatasi. Lebih baik menambah pengikut secara alami dengan konten yang konsisten.
Akun saya diretas dan email sudah diganti pelaku, apakah masih bisa kembali?
Masih ada peluang. Cari email dari Instagram yang memberi tahu perubahan email, lalu gunakan tautan pembatalan di dalamnya. Jika tidak ada, gunakan opsi bantuan login dan verifikasi identitas.
Kesimpulan
Mengamankan akun Instagram tidak membutuhkan keahlian khusus. Kombinasi kata sandi yang kuat, autentikasi dua faktor, pemeriksaan aktivitas login, serta kewaspadaan terhadap pesan mencurigakan sudah cukup untuk mencegah sebagian besar kasus peretasan. Luangkan sepuluh menit hari ini untuk memeriksa semua pengaturan tersebut, karena memulihkan akun yang sudah diretas jauh lebih melelahkan.
Jika kalian punya pengalaman atau pertanyaan seputar keamanan akun Instagram, silakan bagikan di kolom komentar. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman dan keluarga agar mereka juga terlindungi.
Rujukan
- Keamanan Akun Facebook: Modus Peretasan hingga Pemulihan Akun
- Cara Mengamankan Akun WhatsApp dari Peretasan
- Cara Menambah Follower Instagram secara Alami
- Cara Mengenali dan Menghindari Penipuan WhatsApp

Komentar
Memuat komentar...
Tulis Komentar
Silakan bertanya atau berbagi pengalaman. Komentar berisi tautan aktif atau promosi akan dihapus.