Cara Mengamankan Akun WhatsApp dari Peretasan, Lengkap dari Verifikasi Dua Langkah hingga Kunci Chat
Keamanan akun WhatsApp dimulai dari pengaturan yang tepat di ponsel kalian. Foto: Dan Nelson / Unsplash
anaksmanda.com - Hampir semua urusan kita kini berjalan lewat WhatsApp, mulai dari obrolan keluarga, grup sekolah, pekerjaan, hingga transaksi jual beli. Karena itu, mengetahui cara mengamankan akun WhatsApp bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Sekali akun berpindah ke tangan orang lain, pelaku bisa membaca pesan baru, menyamar sebagai kalian, lalu meminta uang kepada teman dan kerabat.
Daftar Isi
- Ringkasan Fitur Keamanan WhatsApp
- Mengapa Akun WhatsApp Menjadi Incaran?
- Bagaimana Akun WhatsApp Bisa Diambil Alih?
- Mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah
- Menambahkan Alamat Email ke Akun
- Menggunakan Passkey
- Mengunci Chat yang Bersifat Pribadi
- Memeriksa Perangkat Tertaut Secara Berkala
- Mengaktifkan Notifikasi Keamanan
- Pengaturan Akun Ketat (Strict Account Settings)
- Pemeriksaan Privasi (Privacy Checkup)
- Keamanan Ponsel Juga Menentukan
- Apa yang Harus Dilakukan Jika Akun Sudah Diambil Alih?
- Kebiasaan Sederhana agar Akun Tetap Aman
- Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Kesimpulan
Kabar baiknya, WhatsApp sudah menyediakan banyak lapisan pengaman yang bisa diaktifkan sendiri tanpa aplikasi tambahan. Masalahnya, sebagian besar pengguna belum menyalakan fitur-fitur tersebut karena tidak tahu letaknya atau menganggapnya merepotkan. Padahal, pengaturannya hanya membutuhkan beberapa menit.
Dalam panduan ini, kita akan membahas cara kerja peretasan akun WhatsApp yang paling sering terjadi, lalu mengaktifkan pengaman satu per satu: verifikasi dua langkah, alamat email, passkey, kunci chat, pemeriksaan perangkat tertaut, hingga pengaturan akun ketat yang mulai diperkenalkan pada 2026. Nama menu di aplikasi bisa sedikit berbeda tergantung versi dan sistem operasi, jadi pastikan WhatsApp kalian sudah diperbarui ke versi terbaru.
Ringkasan Fitur Keamanan WhatsApp
| Fitur | Fungsi Utama | Tingkat Kepentingan |
|---|---|---|
| Verifikasi dua langkah | PIN 6 digit saat nomor didaftarkan di ponsel lain | Wajib |
| Alamat email akun | Cadangan untuk masuk dan mengatur ulang PIN | Sangat disarankan |
| Passkey | Masuk dengan sidik jari, wajah, atau kunci layar | Disarankan |
| Kunci chat | Menyembunyikan percakapan tertentu | Opsional |
| Perangkat tertaut | Memeriksa perangkat yang sedang masuk ke akun | Wajib dicek rutin |
| Pengaturan akun ketat | Menerapkan perlindungan paling ketat sekaligus | Untuk yang butuh ekstra aman |
Mengapa Akun WhatsApp Menjadi Incaran?
Bagi pelaku kejahatan, akun WhatsApp sangat berharga karena berisi daftar kontak yang mempercayai pemiliknya. Pesan permintaan pinjaman uang yang datang dari nomor teman lama terasa jauh lebih meyakinkan dibandingkan pesan dari nomor asing. Itulah sebabnya pelaku lebih suka mengambil alih akun yang sudah ada daripada membuat akun baru.
Selain itu, banyak orang menyimpan informasi penting di dalam chat, seperti foto KTP, nomor rekening, alamat rumah, atau kode undangan rapat kerja. Jika akun diambil alih, informasi tersebut berpotensi disalahgunakan. Semakin aktif kalian memakai WhatsApp untuk urusan penting, semakin besar pula alasan untuk melindunginya dengan serius.
Bagaimana Akun WhatsApp Bisa Diambil Alih?
Sebelum mengatur pengaman, ada baiknya kalian memahami cara pelaku bekerja. Akun WhatsApp terikat pada nomor telepon. Ketika seseorang mendaftarkan nomor kalian di ponsel lain, WhatsApp mengirimkan kode verifikasi enam digit melalui SMS atau panggilan ke nomor tersebut. Siapa pun yang memegang kode itu bisa memindahkan akun ke ponselnya.
Karena itulah modus yang paling umum adalah meminta kode tersebut. Pelaku biasanya mengaku sebagai teman yang "salah kirim kode", petugas jasa pengiriman, panitia hadiah, atau bahkan layanan pelanggan WhatsApp. Begitu kode diberikan, akun langsung berpindah dan pemilik aslinya keluar dari WhatsApp.
Modus lain adalah memasang aplikasi berbahaya berformat APK yang dikirim melalui chat, misalnya undangan pernikahan atau resi paket palsu. Aplikasi semacam ini dapat membaca SMS, termasuk kode verifikasi dan kode OTP perbankan. Pembahasan lengkap tentang modus ini ada di artikel cara mengenali penipuan WhatsApp.
Kode verifikasi WhatsApp tidak pernah perlu dibagikan kepada siapa pun, termasuk kepada orang yang mengaku sebagai petugas WhatsApp.
Mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah
Verifikasi dua langkah adalah pengaman terpenting. Setelah fitur ini aktif, setiap kali nomor kalian didaftarkan ulang di ponsel lain, WhatsApp akan meminta PIN enam digit yang hanya kalian ketahui. Jadi, meskipun pelaku berhasil mendapatkan kode SMS, ia tetap tidak bisa masuk tanpa PIN.
Langkah-langkah mengaktifkannya
- Buka WhatsApp, lalu masuk ke Setelan. Di Android, menu ini ada di ikon titik tiga; di iPhone, ada di tab bawah.
- Pilih Akun, lalu Verifikasi dua langkah.
- Ketuk Nyalakan atau Buat PIN.
- Masukkan PIN enam digit, lalu ulangi untuk konfirmasi.
- Masukkan alamat email yang aktif, lalu konfirmasi dengan kode yang dikirim ke email tersebut.
- Ketuk Selesai.
Pilih PIN yang tidak mudah ditebak. Hindari tanggal lahir, enam angka berurutan, atau angka yang sama dengan PIN ATM. WhatsApp sesekali akan meminta kalian memasukkan PIN ini agar tidak lupa, jadi jangan khawatir jika pertanyaan itu muncul.
Jika kalian lupa PIN dan belum menambahkan email, WhatsApp mengharuskan menunggu tujuh hari sebelum PIN bisa diatur ulang. Karena itu, selalu tambahkan alamat email saat membuat PIN.
Menambahkan Alamat Email ke Akun
Alamat email berfungsi sebagai jalan cadangan. Email ini bisa dipakai untuk menerima kode masuk ketika SMS tidak sampai, sekaligus untuk mengatur ulang PIN verifikasi dua langkah. Email tidak terlihat oleh pengguna lain, dan nomor telepon tetap diperlukan untuk memakai WhatsApp.
Untuk menambahkannya, buka Setelan, pilih Akun, lalu Alamat email. Masukkan email, lalu verifikasi dengan kode yang dikirim. Gunakan email yang benar-benar kalian kuasai dan juga sudah dilindungi dengan verifikasi dua langkah, karena keamanan akun WhatsApp sekarang ikut bergantung pada keamanan email tersebut.
Menggunakan Passkey
Passkey memungkinkan kalian masuk ke WhatsApp dengan sidik jari, pengenalan wajah, atau kunci layar ponsel, alih-alih hanya mengandalkan kode SMS. Cara ini lebih aman karena passkey tersimpan di perangkat dan tidak bisa diminta melalui pesan seperti kode verifikasi.
Untuk membuatnya, buka Setelan, pilih Akun, lalu Passkey, dan ikuti petunjuk di layar. Fitur ini sudah tersedia di Android dan iPhone, tetapi peluncurannya bertahap. Jika menu passkey belum muncul, perbarui aplikasi lalu periksa kembali beberapa waktu kemudian.
Mengunci Chat yang Bersifat Pribadi
Kadang ada percakapan yang ingin kalian lindungi lebih ketat, misalnya chat urusan keluarga atau keuangan. Untuk itu, WhatsApp menyediakan fitur kunci chat. Percakapan yang dikunci dipindahkan ke folder khusus dan hanya bisa dibuka dengan sidik jari, wajah, atau kode sandi perangkat.
- Tekan lama percakapan yang ingin dikunci, atau buka info kontak.
- Pilih Kunci chat.
- Konfirmasi dengan sidik jari, wajah, atau kode sandi.
Isi notifikasi dari chat yang dikunci juga disembunyikan, sehingga orang yang meminjam ponsel tidak bisa membaca pesan dari layar kunci. Kalian juga bisa membuat kode rahasia agar folder chat terkunci tidak muncul di daftar chat dan hanya terbuka ketika kode itu diketik di kolom pencarian.
Perlu diingat, kunci chat melindungi percakapan dari orang yang memegang ponsel kalian. Fitur ini tidak menggantikan verifikasi dua langkah, yang melindungi akun dari pengambilalihan jarak jauh.
Memeriksa Perangkat Tertaut Secara Berkala
Satu akun WhatsApp bisa dipakai di beberapa perangkat sekaligus, misalnya WhatsApp Web di laptop atau aplikasi di tablet. Fitur ini memudahkan, tetapi juga bisa disalahgunakan. Jika seseorang pernah memindai kode QR dari ponsel kalian, ia bisa membaca pesan dari perangkatnya tanpa kalian sadari.
Biasakan membuka menu Perangkat tertaut secara rutin. Di sana terlihat daftar perangkat yang sedang masuk beserta waktu aktif terakhirnya. Jika ada perangkat yang tidak kalian kenali, ketuk perangkat tersebut lalu pilih Keluar. Setelah itu, segera aktifkan verifikasi dua langkah jika belum aktif. Panduan lengkap tentang perangkat tertaut ada di artikel cara menggunakan WhatsApp Web dan Desktop.
Mengaktifkan Notifikasi Keamanan
Setiap percakapan di WhatsApp dilindungi enkripsi ujung ke ujung. Ketika kode keamanan seorang kontak berubah, misalnya karena ia mengganti ponsel atau memasang ulang aplikasi, WhatsApp bisa memberi tahu kalian. Notifikasi ini berguna untuk mewaspadai kemungkinan akun teman sedang dipakai orang lain.
Aktifkan melalui Setelan, Akun, lalu Notifikasi keamanan. Jika muncul pemberitahuan perubahan kode keamanan dari kontak yang tiba-tiba meminta uang atau kode, konfirmasikan dulu melalui telepon biasa atau bertemu langsung.
Pengaturan Akun Ketat (Strict Account Settings)
Pada awal 2026, WhatsApp mulai meluncurkan pengaturan akun ketat. Fitur ini ditujukan bagi pengguna yang merasa berisiko tinggi, misalnya jurnalis, tokoh publik, atau siapa saja yang sering menjadi sasaran pesan mencurigakan. Dengan satu tombol, beberapa pengaman sekaligus diterapkan.
- Media dan lampiran dari pengirim yang tidak dikenal diblokir.
- Panggilan dari nomor tidak dikenal dibisukan.
- Pratinjau tautan dimatikan.
- Informasi seperti terakhir dilihat, status online, foto profil, dan info dibatasi hanya untuk kontak.
- Pengaturan siapa yang boleh menambahkan kalian ke grup diperketat.
- Verifikasi dua langkah dan notifikasi keamanan diaktifkan.
Pengaturan ini hanya bisa dinyalakan dari ponsel utama melalui menu privasi lanjutan. Karena peluncurannya bertahap, belum semua pengguna di Indonesia langsung mendapatkannya. Jika belum tersedia, kalian tetap bisa menerapkan pengaman di atas satu per satu secara manual.
Pemeriksaan Privasi (Privacy Checkup)
Jika bingung harus mulai dari mana, gunakan fitur Pemeriksaan privasi di menu Setelan, lalu Privasi. Fitur ini memandu kalian langkah demi langkah untuk memilih siapa yang boleh menghubungi, melihat informasi pribadi, dan menambahkan kalian ke grup. Cocok untuk orang tua atau anggota keluarga yang belum terbiasa dengan pengaturan aplikasi.
Keamanan Ponsel Juga Menentukan
Pengaman WhatsApp akan sia-sia jika ponselnya sendiri mudah dibuka orang lain. Pasang kunci layar berupa PIN, pola yang tidak mudah ditebak, sidik jari, atau pengenalan wajah. Atur juga agar isi notifikasi tidak tampil di layar kunci, sehingga kode verifikasi yang masuk lewat SMS tidak bisa dibaca orang yang kebetulan melihat ponsel kalian.
Perhatikan pula izin aplikasi. Aplikasi senter, kalkulator, atau permainan tidak memerlukan akses ke SMS, kontak, maupun fitur aksesibilitas. Jika ada aplikasi yang meminta izin berlebihan, sebaiknya hapus. Aktifkan juga perlindungan bawaan seperti Google Play Protect di Android untuk memindai aplikasi berbahaya.
Terakhir, jangan menyimpan ponsel dalam keadaan terbuka saat ditinggal, terutama di tempat umum, kantor, atau sekolah. Hanya butuh beberapa detik bagi orang lain untuk memindai kode QR WhatsApp Web dari ponsel yang tidak terkunci.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Akun Sudah Diambil Alih?
Jika kalian tiba-tiba keluar dari WhatsApp dan muncul pesan bahwa nomor sudah terdaftar di perangkat lain, jangan panik. Lakukan langkah berikut secepatnya:
- Buka WhatsApp di ponsel kalian, lalu daftarkan ulang nomor dengan kode SMS yang baru. Proses ini akan mengeluarkan pelaku dari akun.
- Jika pelaku sudah memasang PIN verifikasi dua langkah, kalian mungkin harus menunggu sebelum bisa masuk kembali. Selama menunggu, pelaku juga akan terkeluar ketika kalian berhasil mendaftar ulang.
- Beri tahu keluarga dan teman melalui media sosial atau telepon bahwa akun kalian sempat diambil alih, agar mereka tidak menanggapi permintaan uang.
- Setelah berhasil masuk, aktifkan verifikasi dua langkah, tambahkan email, dan periksa perangkat tertaut.
- Jika sempat memasang aplikasi APK mencurigakan, hapus aplikasi itu, ganti kata sandi penting, dan hubungi bank jika ada aplikasi perbankan di ponsel.
Jika akun malah dibatasi atau diblokir oleh WhatsApp setelah kejadian tersebut, ikuti langkah pada artikel cara mengatasi akun WhatsApp diblokir.
Kebiasaan Sederhana agar Akun Tetap Aman
- Jangan pernah membagikan kode verifikasi enam digit kepada siapa pun.
- Jangan memasang aplikasi dari file APK yang dikirim lewat chat.
- Gunakan hanya aplikasi WhatsApp resmi dari Play Store atau App Store, bukan versi modifikasi.
- Pasang kunci layar pada ponsel dan jangan biarkan ponsel dipinjam tanpa pengawasan.
- Perbarui aplikasi WhatsApp dan sistem operasi secara rutin.
- Waspadai pesan yang mendesak, misalnya meminta uang dengan alasan darurat.
Keamanan akun bukan pekerjaan sekali jadi. Luangkan waktu beberapa menit setiap bulan untuk memeriksa perangkat tertaut dan pengaturan privasi. Kebiasaan kecil ini jauh lebih murah dibandingkan repotnya memulihkan akun yang sudah diambil alih.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah verifikasi dua langkah membuat WhatsApp lebih repot dipakai?
Tidak. PIN hanya diminta saat nomor didaftarkan ulang dan sesekali sebagai pengingat. Sehari-hari, kalian tetap memakai WhatsApp seperti biasa.
Apakah WhatsApp bisa disadap meskipun pesannya terenkripsi?
Enkripsi ujung ke ujung melindungi pesan selama dikirim. Risiko terbesar justru datang dari pengambilalihan akun, aplikasi berbahaya di ponsel, atau perangkat tertaut yang tidak dikenal. Itulah sebabnya pengaman di atas tetap diperlukan.
Bagaimana jika saya lupa PIN verifikasi dua langkah?
Gunakan opsi lupa PIN untuk mengirim tautan pengaturan ulang ke email yang terdaftar. Jika tidak menambahkan email, kalian harus menunggu tujuh hari sebelum bisa mengatur ulang PIN.
Apakah kunci chat ikut terbawa saat pindah ponsel?
Pengaturan kunci chat berlaku di perangkat tempat fitur itu diaktifkan. Setelah memulihkan chat di ponsel baru, periksa kembali percakapan yang ingin dikunci.
Apakah aman memakai WhatsApp versi modifikasi seperti GB WhatsApp?
Tidak. Aplikasi modifikasi tidak dibuat oleh WhatsApp, tidak memiliki jaminan keamanan, dan dapat menyebabkan akun diblokir sementara maupun permanen. Gunakan hanya aplikasi resmi.
Seberapa sering saya perlu memeriksa pengaturan keamanan?
Cukup sebulan sekali, atau setiap kali kalian berganti ponsel, memasang ulang aplikasi, atau baru saja masuk ke WhatsApp Web di komputer umum. Periksa perangkat tertaut, pastikan verifikasi dua langkah masih aktif, dan perbarui aplikasi ke versi terbaru. Pemeriksaan singkat ini membantu kalian menemukan masalah lebih awal sebelum berubah menjadi kerugian.
Kesimpulan
Cara mengamankan akun WhatsApp yang paling efektif adalah menggabungkan beberapa lapisan pengaman: verifikasi dua langkah dengan email cadangan, passkey, kunci chat untuk percakapan pribadi, pemeriksaan perangkat tertaut, dan notifikasi keamanan. Jika tersedia, pengaturan akun ketat bisa menerapkan sebagian besar perlindungan itu sekaligus.
Yang tidak kalah penting adalah kebiasaan: jangan pernah membagikan kode verifikasi dan jangan memasang file APK dari chat. Dengan pengaturan yang tepat dan sikap waspada, akun WhatsApp kalian akan jauh lebih sulit diambil alih. Jika ada pertanyaan, silakan tuliskan di kolom komentar.
Rujukan
- Pengaturan Privasi WhatsApp yang Wajib Kalian Ketahui
- Cara Mengenali dan Menghindari Penipuan di WhatsApp
- Cara Menggunakan WhatsApp Web dan Desktop
- Keamanan Akun Facebook: Peretasan, Phishing, dan Pemulihan