Mitos Memakan Daging Kambing Dalam Masyarakat

anaksmanda.comDalam beberapa hari ini kita akan merayakan hari raya Idul Adha / Qurban. Selama Idul Adha, beberapa orang akan mengkonsumsi makanan yang mengandung daging kambing atau sapi. Jika mengingat tentang daging kambing, maka akan muncul sejumlah mitos yang diyakini masyarakat entah benar ataukah tidak. Berikut ini beberapa mitos yang sering muncul dalam kehidupan masyarakat seputar daging kambing.

Mitos Pertama

Orang yang mengalami penurunan tekanan darah atau hipotensi (tekanan darah < atau = 90/60), pada akhirnya meningkatkan konsumsi daging kambing untuk menambah tensi mereka. Sebenarnya, tekanan darah rendah dapat disebabkan oleh berbagai hal. Pendarahan, kurang minum hingga dehidrasi dapat disebabkan oleh berbagai alasan seperti kelelahan atau kurang tidur. Tekanan darah rendah juga mungkin karena adanya gangguan jantung karena kelainan katup, serangan jantung dan bahkan gagal jantung.

Tetapi di beberapa komunitas tanpa mengetahui penyebab penurunan tensi tiba-tiba malah langsung mengkonsumsi daging kambing untuk menaikkan tensi darah, hati-hati ini sangat berbahaya. Jika tekanan darah turun karena masalah jantung, konsumsi daging kambing yang berlebihan akan berakibat fatal dan memperburuk keadaan.

Efek langsung dari makan daging kambing adalah sembelit. Jika Anda menderita GERD (suatu kondisi di mana asam lambung atau isi lambung naik kembali), GERD akan memburuk setelah makan terlalu banyak daging kambing. Belum lagi efek jangka panjang dari peningkatan kadar lemak dan kolesterol.
Sate Kambing

Mitos Kedua 

Mitos kedua yang juga lazim di masyarakat adalah bahwa "torpedo" atau testis kambing akan meningkatkan gairah seksual atau bahwa sate kambing setengah matang akan meningkatkan hasrat seksual. Ternyata, itu juga tidak sepenuhnya benar. Memang bahwa banyak testis kambing mengandung testosteron yang dapat meningkatkan gairah seksual, tetapi peningkatan gairah seksual yang sebenarnya terjadi karena multifaktorial dan tidak hanya terkait dengan makanan.

Daging kambing, serta daging merah seperti daging sapi memiliki kandungan lemak tinggi. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh ini mengandung banyak lemak LDL buruk yang dapat menumpuk di dinding pembuluh darah kita. Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Kita membutuhkan protein untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun.

Daging kambing, termasuk juga daging sapi, yang akan menjadi makanan utama pada hari raya Idul Adha, mengandung nutrisi yang sangat kita butuhkan, tetapi jika mengkonsumsi terlalu banyak, itu akan mempengaruhi kesehatan kita. Dan jangan lupa makan banyak buah dan sayuran untuk mengurangi efek samping makan berlebih.

Selamat Hari Raya Idul Adha, Mohon Maaf Lahir & Bathin

Mitos Memakan Daging Kambing Dalam Masyarakat, artikel Mitos Memakan Daging Kambing Dalam Masyarakat, Mitos Memakan Daging Kambing Dalam Masyarakat, baca Mitos Memakan Daging Kambing Dalam Masyarakat, artikel Mitos Memakan Daging Kambing Dalam Masyarakat

0 Response to "Mitos Memakan Daging Kambing Dalam Masyarakat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel text

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel