Cara Memasang Domain Sendiri di Blogger, Lengkap Pengaturan DNS CNAME dan A Record

Domain sendiri membuat blog terlihat lebih profesional dan mudah diingat. Foto: Mohammad Rahmani / Unsplash

anaksmanda.com - Alamat blog seperti namablog.blogspot.com memang gratis, tetapi terasa kurang profesional bagi blog yang ingin serius berkembang. Dengan domain sendiri, alamat blog menjadi lebih singkat, mudah diingat, dan lebih dipercaya pembaca, misalnya www.namablog.com. Menariknya, Blogger mendukung domain sendiri atau custom domain tanpa biaya hosting tambahan.

Dalam panduan ini, kita akan membahas cara memasang domain sendiri di Blogger langkah demi langkah, mulai dari memilih dan membeli domain, mengatur DNS, menghubungkan domain di Blogger, hingga mengaktifkan HTTPS dan mengatasi kendala yang sering muncul. Tampilan panel DNS berbeda di setiap penyedia domain, tetapi prinsip pengaturannya sama.

Ringkasan Pengaturan DNS untuk Blogger

Jenis RecordNama/HostNilai/Tujuan
CNAMEwwwghs.google.com
CNAMEKode unik dari BloggerNilai verifikasi dari Blogger (dv.googlehosted.com)
A@216.239.32.21
A@216.239.34.21
A@216.239.36.21
A@216.239.38.21

Empat A record di atas berfungsi agar alamat tanpa www, misalnya namablog.com, tetap mengarah ke blog.

Keuntungan Memakai Domain Sendiri

Domain sendiri memberi identitas yang lebih kuat. Pembaca lebih mudah mengingat alamat blog, dan blog terlihat lebih serius di mata calon pengiklan maupun mitra kerja sama. Domain juga menjadi aset jangka panjang. Jika suatu saat kalian ingin pindah platform, alamat blog tetap sama sehingga pembaca dan peringkat di mesin pencari tidak hilang begitu saja.

Bagi blog yang ingin mendaftar Google AdSense, domain sendiri juga memberi kesan lebih profesional, meskipun yang paling menentukan tetap kualitas konten.

Memilih dan Membeli Domain

Pilih nama domain yang singkat, mudah dieja, dan sesuai dengan nama atau topik blog. Hindari tanda hubung yang berlebihan dan angka yang membingungkan. Ekstensi .com masih menjadi pilihan paling populer, sedangkan .id atau .my.id bisa dipertimbangkan untuk blog yang menyasar pembaca Indonesia.

Beli domain di registrar atau penyedia domain tepercaya. Perhatikan harga perpanjangan tahunan, bukan hanya harga promo tahun pertama. Pastikan juga panel penyedia domain menyediakan pengaturan DNS yang bisa diubah sendiri.

Langkah 1: Tambahkan Domain di Blogger

  1. Masuk ke dasbor Blogger, lalu buka Setelan.
  2. Pada bagian Publikasi, klik Domain kustom.
  3. Ketik domain lengkap dengan www, misalnya www.namablog.com, lalu klik Simpan.
  4. Blogger akan menampilkan pesan bahwa kepemilikan domain belum terverifikasi, beserta dua data CNAME yang harus ditambahkan di DNS.

Salin kedua data CNAME tersebut. CNAME pertama selalu berisi www dengan tujuan ghs.google.com, sedangkan CNAME kedua berisi kode unik untuk verifikasi kepemilikan domain.

Tips:
Jangan tutup halaman Blogger sebelum menyalin data CNAME kedua. Kode verifikasi ini unik untuk setiap blog dan akun.

Langkah 2: Atur DNS di Penyedia Domain

Masuk ke panel penyedia domain, lalu buka menu DNS Management atau Kelola DNS. Tambahkan record berikut:

  1. CNAME dengan nama www dan tujuan ghs.google.com.
  2. CNAME kedua dengan nama dan tujuan sesuai kode verifikasi dari Blogger.
  3. Empat A record dengan nama @ yang masing-masing mengarah ke 216.239.32.21, 216.239.34.21, 216.239.36.21, dan 216.239.38.21.

Hapus record lama yang bertabrakan, misalnya A record bawaan penyedia domain yang mengarah ke halaman parkir. Simpan semua perubahan.

Pengaturan DNS dilakukan melalui panel penyedia domain

Pengaturan DNS dilakukan melalui panel penyedia domain. Foto: charlesdeluvio / Unsplash

Langkah 3: Simpan Ulang di Blogger

Kembali ke Blogger, lalu simpan kembali domain kustom. Perubahan DNS membutuhkan waktu untuk menyebar, mulai dari beberapa menit hingga 24 sampai 48 jam. Jika Blogger masih menampilkan pesan error, tunggu beberapa saat dan coba simpan lagi.

Setelah berhasil, aktifkan opsi Alihkan domain agar alamat tanpa www, seperti namablog.com, otomatis diarahkan ke www.namablog.com.

Langkah 4: Aktifkan HTTPS

Setelah domain terhubung, Blogger akan menyiapkan sertifikat keamanan secara otomatis. Proses ini bisa memakan waktu beberapa jam. Setelah tersedia, aktifkan Ketersediaan HTTPS dan Pengalihan HTTPS di bagian Setelan. Dengan begitu, blog akan diakses melalui https dan tampil dengan ikon gembok di peramban.

HTTPS penting untuk keamanan pengunjung dan menjadi salah satu sinyal yang diperhatikan mesin pencari.

Langkah 5: Perbarui Search Console dan Layanan Lain

Setelah domain aktif, tambahkan properti baru di Google Search Console untuk domain tersebut dan kirimkan ulang sitemap. Perbarui juga alamat blog di Google Analytics, AdSense, dan media sosial. Tautan lama blogspot biasanya akan dialihkan otomatis ke domain baru oleh Blogger.

Contoh Pengaturan di Panel DNS

Agar lebih mudah dibayangkan, misalkan domain yang dibeli adalah belajarku.com. Setelah memasukkan www.belajarku.com di Blogger, muncul dua data CNAME. Data pertama berisi nama www dengan tujuan ghs.google.com. Data kedua berisi nama acak, misalnya kombinasi huruf dan angka, dengan tujuan yang diakhiri dv.googlehosted.com.

Di panel DNS penyedia domain, kalian menambahkan dua record CNAME tersebut persis seperti yang diberikan. Pada beberapa panel, kolom nama cukup diisi bagian depannya saja, misalnya www, karena nama domain akan ditambahkan otomatis. Pada panel lain, kalian harus mengisi nama lengkap. Perhatikan contoh yang tertera di panel masing-masing agar tidak terjadi penulisan ganda seperti www.belajarku.com.belajarku.com.

Setelah itu, tambahkan empat A record dengan nama @ atau dikosongkan, sesuai ketentuan panel, yang masing-masing mengarah ke alamat IP Google. Atur TTL ke nilai bawaan. Setelah semua tersimpan, kembali ke Blogger dan simpan ulang domain kustom.

Menggunakan Cloudflare atau Layanan DNS Lain

Sebagian pemilik blog memakai layanan DNS pihak ketiga seperti Cloudflare. Pengaturannya sama, yaitu dua CNAME dan empat A record. Namun, untuk CNAME verifikasi, nonaktifkan fitur proxy agar statusnya hanya DNS. Jika proxy aktif, Blogger bisa gagal memverifikasi domain atau membuat sertifikat HTTPS.

Mengatasi Error yang Sering Muncul

  • Error verifikasi domain: periksa kembali CNAME kedua. Pastikan tidak ada spasi atau karakter yang terpotong saat menyalin.
  • Domain sudah digunakan blog lain: domain mungkin pernah dipasang di blog lain. Lepaskan dulu dari blog lama.
  • Situs tidak bisa diakses tanpa www: pastikan empat A record sudah benar dan opsi pengalihan domain aktif.
  • HTTPS belum tersedia: tunggu beberapa jam hingga sertifikat selesai dibuat.
  • Perubahan DNS belum terbaca: tunggu propagasi DNS hingga 48 jam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah artikel lama akan hilang setelah memasang domain?

Tidak. Semua artikel, komentar, dan pengaturan tetap ada. Hanya alamat blog yang berubah.

Apakah peringkat di Google akan turun?

Mungkin ada penyesuaian sementara, tetapi Blogger mengalihkan alamat lama ke domain baru sehingga dampaknya biasanya tidak besar.

Apakah perlu membeli hosting?

Tidak. Blog tetap dihosting oleh Blogger. Kalian hanya perlu membayar domain setiap tahun.

Apa yang terjadi jika domain lupa diperpanjang?

Blog tidak bisa diakses melalui domain tersebut dan domain bisa dibeli orang lain. Aktifkan perpanjangan otomatis agar aman.

Kesimpulan

Memasang domain sendiri di Blogger cukup dilakukan dengan menambahkan domain di Setelan Blogger, lalu memasukkan dua CNAME dan empat A record di panel DNS. Setelah terhubung, aktifkan pengalihan domain dan HTTPS, kemudian perbarui Search Console serta layanan lain yang terkait. Dengan domain sendiri, blog kalian akan tampil lebih profesional dan siap berkembang.

Sudahkah blog kalian memakai domain sendiri? Jika ada kendala saat pengaturan DNS, tuliskan di kolom komentar agar bisa dibahas bersama.

Rujukan

Komentar

Memuat komentar...

Tulis Komentar

Silakan bertanya atau berbagi pengalaman. Komentar berisi tautan aktif atau promosi akan dihapus.