anaksmanda.com - Setiap kali bulan Muharram tiba, banyak umat Islam bersiap menjalankan puasa Asyura dan Tasua, dua puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 10 dan 9 Muharram. Keduanya punya dasar hadis yang jelas dan keutamaan yang besar, tetapi pertanyaan seputar niat, urutan, dan tanggal pelaksanaannya hampir selalu muncul setiap tahun.
Daftar Isi
Artikel ini merangkum hal-hal yang perlu kalian ketahui: kedudukan bulan Muharram, dalil kedua puasa tersebut, bacaan niat yang umum dipakai di Indonesia, tata cara pelaksanaannya, sampai cara memastikan tanggalnya agar tidak keliru.

Puasa Tasua dan Asyura dikerjakan pada 9 dan 10 Muharram.
Ringkasan Puasa Tasua dan Asyura
| Aspek | Puasa Tasua | Puasa Asyura |
|---|---|---|
| Tanggal | 9 Muharram | 10 Muharram |
| Hukum | Sunnah | Sunnah (sangat dianjurkan) |
| Dasar | Keinginan Rasulullah ﷺ untuk berpuasa pada tanggal 9 (HR. Muslim) | Hadis Abu Qatadah dan hadis Ibnu Abbas |
| Keutamaan utama | Mengikuti sunnah dan membedakan diri dari kebiasaan Ahli Kitab | Menghapus dosa (kecil) setahun yang lalu |
| Waktu niat | Malam hari, atau pagi hari selama belum makan dan minum | Sama seperti Tasua |
Kedudukan Bulan Muharram
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram (asyhurul hurum) yang disebut dalam Surah At-Taubah ayat 36, bersama Zulkaidah, Zulhijah, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, amal saleh dianjurkan untuk diperbanyak dan perbuatan zalim harus lebih dijauhi.
Rasulullah ﷺ bahkan menyebut Muharram sebagai "bulan Allah" dan menempatkan puasa di bulan ini sebagai puasa paling utama setelah Ramadan, sebagaimana hadis berikut.
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
Artinya: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Al-Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam (tahajud).” (H.R. Muslim).
Puasa Asyura (10 Muharram)
Asal-usul puasa Asyura
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa ketika Nabi ﷺ tiba di Madinah, beliau mendapati orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai bentuk syukur atas diselamatkannya Nabi Musa dari Firaun. Beliau lalu bersabda bahwa kaum muslimin lebih berhak atas Musa, kemudian berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk ikut berpuasa. Setelah puasa Ramadan diwajibkan, hukum puasa Asyura menjadi sunnah.
Keutamaan puasa Asyura
Keutamaan yang paling sering disebut berasal dari hadis Abu Qatadah riwayat Muslim. Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sedangkan puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Artinya: “Rasullulah Shallallahu ’Alaihi Wasallam ditanya mengenai keutamaan Puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan Puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (H.R. Muslim).
Para ulama menjelaskan bahwa dosa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil. Dosa besar tetap memerlukan tobat yang sungguh-sungguh, dan hak sesama manusia harus diselesaikan dengan orang yang bersangkutan. Pembahasan keutamaan yang lebih panjang bisa kalian baca di artikel keutamaan puasa sunnah Asyura.
Puasa Tasua (9 Muharram)
Puasa Tasua berkaitan erat dengan Asyura. Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat berpuasa, sebagian sahabat menyampaikan bahwa hari itu juga diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.”
Beliau kemudian menyampaikan tekad untuk berpuasa juga pada tanggal 9 di tahun berikutnya.
فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ“Apabila tiba tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan (bulan Al-Muharram).”
Namun, sebelum tahun berikutnya tiba, Rasulullah ﷺ telah wafat.
فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.“Belum sampai tahun depan, Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wasallam sudah meninggal dunia.” (H.R. Muslim).
Dari hadis inilah para ulama menyimpulkan bahwa berpuasa pada 9 Muharram hukumnya sunnah. Hikmahnya adalah menyelisihi kebiasaan Ahli Kitab yang hanya berpuasa pada tanggal 10. Karena itu, yang paling utama adalah menggabungkan puasa Tasua dan Asyura.
Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura
Niat pada dasarnya adalah kehendak di dalam hati. Melafazkannya tidak wajib, tetapi di kalangan mazhab Syafi'i hal itu dianjurkan untuk membantu memantapkan hati. Berikut lafaz yang umum dipakai di Indonesia.
Niat puasa Tasua
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tâsû'â lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah Ta'ala."
Niat puasa Asyura
Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil Âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta'ala."
Kalau niat baru teringat pada pagi hari, kata ghadin (esok hari) diganti dengan hâdzal yaumi (hari ini). Menurut mazhab Syafi'i, niat puasa sunnah boleh dilakukan pada siang hari sebelum waktu zuhur, dengan syarat kalian belum makan, minum, atau melakukan hal lain yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Tata Cara Pelaksanaan
- Pastikan tanggal 9 dan 10 Muharram tahun berjalan berdasarkan kalender resmi.
- Berniat pada malam hari, atau pada pagi hari sebelum tergelincir matahari selama belum melakukan pembatal puasa.
- Makan sahur sebelum masuk waktu subuh. Sahur tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan karena mengandung keberkahan.
- Menahan diri dari makan, minum, dan segala pembatal puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.
- Menyegerakan berbuka ketika azan magrib berkumandang dan memperbanyak doa. Menu berbuka tidak perlu mewah; kurma dan minuman segar sudah cukup untuk mengembalikan tenaga.
Sebagian ulama juga menyebutkan pilihan berpuasa pada 10 dan 11 Muharram bagi yang terlewat tanggal 9. Riwayat tentang puasa tanggal 11 diperselisihkan kekuatannya, tetapi para ulama tersebut menilai berpuasa di hari-hari Muharram tetap termasuk amalan yang baik. Bagi yang hanya mampu berpuasa pada tanggal 10 saja, puasanya tetap sah dan mendapat keutamaan Asyura.
Cara Mengetahui Tanggal Tasua dan Asyura
Karena mengikuti kalender Hijriah, tanggal Tasua dan Asyura bergeser sekitar 10 sampai 11 hari lebih awal setiap tahun dalam kalender Masehi. Inilah alasan tanggal masehi tidak lagi dicantumkan pada judul artikel ini.
Sebagai gambaran, menurut kalender Hijriah Kementerian Agama, 1 Muharram 1448 H jatuh pada 16 Juni 2026, sehingga Tasua bertepatan dengan 24 Juni 2026 dan Asyura dengan 25 Juni 2026. Saat itu sebagian ormas seperti NU menetapkan awal Muharram sehari lebih lambat, sehingga Asyura versi mereka jatuh pada 26 Juni 2026. Untuk tahun 1449 H, Asyura diperkirakan jatuh sekitar pertengahan Juni 2027. Angka ini hanya perkiraan, jadi tetap cek kalender Kemenag atau pengumuman ormas yang kalian ikuti menjelang Muharram.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak berpuasa, tetapi tetap bisa mengisi bulan Muharram dengan zikir, doa, dan sedekah.
- Orang yang sakit atau sedang dalam perjalanan berat tidak perlu memaksakan diri, karena puasa ini hukumnya sunnah.
- Hindari amalan atau keyakinan yang tidak memiliki dasar yang jelas. Fokuslah pada puasa dan amal saleh yang memang diajarkan.
- Jika masih memiliki utang puasa Ramadan, sebagian ulama menganjurkan untuk mendahulukan qada. Tanyakan kepada ustaz atau guru yang kalian percaya bila ingin menggabungkan niat.
Begitu 1 Muharram diumumkan, hitung sembilan dan sepuluh hari ke depan lalu pasang pengingat di ponsel. Dengan begitu, kalian tidak terlewat sahur dan niat puasa Tasua.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah boleh puasa Asyura saja tanpa Tasua?
Boleh dan tetap sah. Hanya saja, yang lebih utama adalah menggabungkannya dengan puasa Tasua pada 9 Muharram sesuai keinginan Rasulullah ﷺ.
Bagaimana jika lupa niat pada malam hari?
Untuk puasa sunnah, mazhab Syafi'i membolehkan niat pada pagi hari hingga sebelum waktu zuhur, selama belum makan, minum, atau melakukan pembatal puasa lain sejak fajar.
Dosa apa yang dihapus oleh puasa Asyura?
Menurut penjelasan para ulama, yang dihapus adalah dosa-dosa kecil setahun yang lalu. Dosa besar memerlukan tobat, sedangkan kesalahan kepada sesama manusia perlu diselesaikan dengan orang yang bersangkutan.
Mengapa tanggal Asyura bisa berbeda antara pemerintah dan ormas?
Perbedaan terjadi karena metode penentuan awal bulan Hijriah yang berbeda, misalnya hasil rukyat dan istikmal. Ikuti ketetapan yang kalian yakini, dan saling menghormati bila ada perbedaan.
Kesimpulan
Puasa Tasua dan Asyura adalah sunnah yang ringan dikerjakan, tetapi pahalanya besar. Asyura pada 10 Muharram menghapus dosa kecil setahun yang lalu, sedangkan Tasua pada 9 Muharram dianjurkan untuk menyertainya sebagai bentuk mengikuti keinginan Rasulullah ﷺ.
Siapkan niat sejak malam, pastikan tanggalnya lewat kalender resmi, dan ajak keluarga untuk berpuasa bersama. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua.
Komentar
Memuat komentar...
Tulis Komentar
Silakan bertanya atau berbagi pengalaman. Komentar berisi tautan aktif atau promosi akan dihapus.